Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ice Breaking Cara Jitu Lejitkan Semangat Siswa

Tasropi • Selasa, 5 Maret 2024 | 20:51 WIB
Millatina Ulfah, S.Pd.
Millatina Ulfah, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan kegiatan belajar mengajar yang menyangkut seluruh aspek belajar.

Belajar tidak hanya berpusat pada guru tetapi merupakan kegiatan yang menghendaki peserta didik harus lebih aktif mencari dan menemukan konsepnya sendiri berdasarkan pengalaman hidupnya.

Proses belajar akan efektif apabila peserta didik berada dalam kondisi senang dan bahagia.

Baca Juga: Gejala Kenakalan Peserta Didik dan Penanggulangannya dalam Proses Belajar Mengajar

Begitu juga sebaliknya, peserta didik akan merasa takut, cemas, dan was-was, sehingga hasil kurang optimal apabila proses belajar anak terlalu dipaksakan.

Kondisi siswa yang ceria, senang dan bahagia akan mempermudah proses masuknya informasi ke dalam memori anak. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Semua guru tentu pernah mengalami situasi belajar yang beku dan membosankan, ini terjadi biasanya pada jam pelajaran terakhir.

Siswa terlihat jenuh, konsentrasi belajar menurun, dan lelah. Pada kondisi seperti itu, siswa melampiaskannya dengan mengobrol atau membuat gaduh di dalam kelas.

Banyak guru yang kebingungan menghadapi masalah seperti ini.

Di antara mereka ada yang membiarkan materinya tetap disampaikan meskipun suasana belajar siswa tidak kondusif.

Bahkan, ada guru yang memaksa anak agar diam dan mengikuti pelajaran dengan tertib.

Cara seperti ini akan merusak mental siswa dalam belajar dan membuat mereka menjadi tidak suka terhadap pelajaran tertentu.

Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di SDN Bakalan Kecamatan Kandeman, kejenuhan terlihat dengan banyaknya siswa yang kurang bersemangat ketika proses pembelajaran, motivasi menurun, serta terlihat lelah dan malas dalam belajar.

Selain itu, siswa kurang antusias dalam menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh guru, serta siswa kurang tanggap dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, penulis menerapkan teknik ice breaking di SDN Bakalan Kecamatan Kandeman.

Pratiwi (2013:4) mengartikan ice breaking adalah kegiatan untuk membangun motivasi dan suasana belajar yang sangat dinamis, penuh semangat dan antusiasme yang berfungsi untuk memecah kebekuan dan untuk membangkitkan motivasi belajar sehingga terciptanya suatu kondisi pembelajaran yang menyenangkan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ice breaking antara lain hendaknya pendidik melakukan pengujian terlebih dahulu waktu yang diperlukan serta memperhatikan kecocokan materi dengan metode ice breaking sebelum menerapkannya.

Menjadikan metode ice breaking sebagai energizer (pembangkit) motivasi.

Menggunakan metode ice breaking dengan memperhatikan sistem waktu, ruang, jumlah, dan mutu.

Beberapa manfaat dari teknik ice breaking menurut Fanani (2010 : 69) adalah  pertama, menghilangkan kebosanan, kejenuhan, kecemasan, dan keletihan karena bisa keluar dari rutinitas pelajaran dengan melakukan aktivitas gerak bebas dan cerita. Kedua, melatih berpikir pesrta didik secara kreatif.

Ketiga, mengembangkan dan mengoptimalkan kreativitas peserta didik. Keempat, melatih peserta didik berinteraksi dalam kelompok dan bekerja sama dalam satu tim.

Menurut Sunarto (2012:3) terdapat sembilan macam ice breaking yang selalu dipergunakan yaitu berupa yel-yel, tepuk tangan, lagu, gerak badan, humor,  games (permainan), cerita/dongeng, sulap, audio visual.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan, penerapan ice breaking dalam proses pembelajaran hasilnya lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan ice breaking.

Baca Juga: Laporan Laba Rugi Tanpa Pusing dengan Ice Breaking

Pembelajaran menggunakan penerapan ice breaking memberikan pengaruh cukup baik terhadap semangat belajar peserta didik dan lebih efektif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Pada metode pembelajaran ini peserta didik diajak belajar dengan suasana yang menyenangkan tidak seperti biasanya yang hanya berlangsung satu arah dari guru ke peserta didik.

Dengan ice breaking, peserta didik menjadi lebih tertarik dan bersemangat untuk belajar. Pembelajaran menjadi bermakna dan guru dapat mencapai tujuan pembelajaran dan mutu pendidikan. (nop/lis)

 

Oleh: Millatina Ulfah, S.Pd.

Guru SDN Bakalan, Kecamatan Kandeman

Editor : Tasropi
#Millatina Ulfah #proses belajar #ice breaking #Suasana Belajar