RADARSEMARANG.ID, Menulis sebagai salah satu komponen keterampilan berbahasa dan bersastra memiliki kedudukan yang strategis dalam pendidikan dan pengajaran.
Salah satu bentuk kegiatan menulis dalam komponen keterampilan bersastra pada mata ajar bahasa Indonesia adalah menulis puisi.
Kegiatan ini membutuhkan kreativitas penulis untuk mengungkapkan perasaan melalui tulisan, dengan menggunakan bahasa yang figuratif, padat, ekspresif, sekaligus estetis.
Menyoal keterampilan menulis puisi pada siswa, ditemukan kendala mengenai kemampuan siswa dalam menghasilkan genre sastra tersebut.
Permasalahan yang dialami oleh siswa saat pembelajaran menulis puisi sangat beragam. Masalah utama terletak pada kesulitan siswa dalam menemukan kata-kata yang tepat untuk dirangkai menjadi sebuah puisi.
Masalah berikutnya adalah kesulitan siswa untuk berimajinasi tentang hal apa yang akan mereka jadikan bahan menulis puisi.
Solusi yang dapat dilakukan oleh penulis untuk mengatasi persoalan dalam pembelajaran menulis puisi bagi siswa MTs Negeri 3 Demak, yaitu dengan menerapkan ‘Cloter’ sebuah teknik yang dipadu dengan penggunaan media.
‘Cloter’ adalah akronim dari Clustering dan Poster. Clustering sendiri merupakan teknik yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi dengan cara mengelompokkan kata untuk menemukan sebuah ide.
DePorter dalam bukunya yang berjudul Quantum Learning (2013) menyatakan bahwa teknik clustering atau pengelompokkan kata dikembangkan oleh Gabriele Rico dengan proses kerja memilah pemikiran-pemikiran yang saling berkaitan dan menuangkan gagasan tersebut tanpa mempertimbangkan kebenaran atau nilainya.
Maksudnya, gagasan-gagasan sederhana yang dihasilkan melalui proses berpikir mengalir secara bebas dan dikelompokkan di atas kertas dengan cepat tanpa terlalu banyak penyuntingan.
Dengan proses yang demikian, teknik ini sangat efektif dan menyenangkan jika digunakan dalam pembelajaran menulis karena siswa terlibat secara penuh dalam pembelajaran, siswa bangkit minatnya untuk mengikuti pembelajaran, dan terciptanya makna, serta pemahaman/penguasaan atas materi yang dipelajari siswa.
Teknik clustering dalam pembelajaran sastra pada materi menulis puisi akan membantu siswa saat menentukan kata-kata yang sesuai untuk dikembangkan menjadi sebuah puisi.
Siswa diajak untuk mendaftar kata-kata, kemudian daftar kata tersebut dipilih lagi, yang selanjutnya membentuk satu ide utuh untuk dikembangkan menjadi puisi.
Proses pengelompokkan ide dalam teknik clustering ini akan berjalan secara cepat dengan bantuan gambar.
Oleh karena itu, media gambar (poster) dapat dikombinasikan dengan teknik clustering saat mengajarkan keterampilan menulis puisi. Kombinasi inilah yang penulis namakan sebagai ‘Cloter’.
Penerapan teknik ‘Cloter’ dalam pembelajaran menulis puisi dapat dilakukan dengan beberapa langkah.
Pertama, siswa mengamati poster tematik yang telah dipersiapkan oleh guru.
Setelah itu, siswa diminta untuk menuliskan satu kata atau lebih hal yang paling menarik dari poster pada bagian tengah kertas kosong sebagai poros utama.
Selanjutnya, siswa diminta untuk menuliskan secepat mungkin daftar kata atau asosiasi dari kata yang menjadi poros utama di sekitar kata tersebut.
Kemudian, siswa melihat kembali kesesuaian daftar kata yang sudah mereka tulis dengan poster.
Apabila ada kata yang tidak sesuai, maka kata tersebut dicoret.
Setelah terkumpul menjadi satu gagasan utuh, siswa mengembangkan kata-kata tersebut menjadi sebuah puisi.
Langkah terakhir, untuk mengetahui hasil tulisan siswa, maka tiap siswa diminta untuk membacakan hasil karya mereka di depan kelas, lalu siswa lain memberikan penilaian terhadap hasil karya temannya.
Apabila langkah-langkah ‘Cloter’ digunakan dengan tepat dalam proses pembelajaran menulis puisi, maka beberapa manfaat dapat diperoleh guru, antara lain: membuat siswa mampu menciptakan ide-ide baru yang digunakan sebagai bahan awal untuk dikembangkan menjadi teks puisi, memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengoptimalkan kinerja otaknya dalam menemukan, mengemukakan, serta mengembangkan gagasan dalam bentuk teks puisi, dan menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif, menyenangkan, dan bervariasi, sehingga dapat meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa dalam pembelajaran menulis karangan.
Dengan demikian, penerapan teknik ‘Cloter’ dalam pembelajaran menulis puisi memiliki manfaat dan pengaruh yang sangat besar terhadap kemampuan belajar siswa, khususnya dalam kegiatan menulis puisi. (nop/aro)
Oleh: Ikha Mayashofa Arifiyanti, S.Pd., M.A.
Guru Mapel Bahasa Indonesia MTs Negeri 3 Demak
Editor : Tasropi