Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ekstrakurikuler sebagai Wahana Pembentukan Karakter

Tasropi • Kamis, 23 November 2023 | 20:13 WIB
Latif Ilmiyah K., S.Pd.SD
Latif Ilmiyah K., S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain.

Dikatakan Maksudin (2013:03), karakter adalah ciri khas setiap individu berkenaan dengan jati dirinya, cara berpikir, cara berperilaku (sikap dan perbuatan lahiriah) hidup seseorang dan bekerja sama baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara.

Karakter seorang anak harus dibentuk karena tidak muncul dengan sendirinya. Karakter dibentuk bukan melalui proses yang instan, melainkan melalui proses panjang.

Tugas orang tua lah yang memberi contoh dan menjadi teladan sehingga anak tumbuh menjadi individu yang baik.

Selain itu, lingkungan terdekat, sekolah, dan pemerintah juga memiliki peran strategis untuk mendukung pendidikan karakter anak.

Sekolah bisa dikatakan rumah kedua bagi anak. Karena banyak waktu yang dihabiskan anak di sekolah. Sebuah keharusan sekolah memberikan pendidikan karakter sebagai bekal anak di masa depan.

Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 62 Tahun 2014, disebutkan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan mengacu prinsip partisipasi aktif dan menyenangkan dan tetap berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Ekstrakurikuler menurut Subagiyo (2023:23) adalah kegiatan di luar jam pelajaran baik dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah untuk memperkaya wawasan, pengetahuan, dan kemampuan siswa.

Di SDN Sirahan 2 kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka selain kegiatan intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kurikulum Merdeka mengamanatkan kegiatan ekstrakurikuler perlu direncanakan secara matang sehingga sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan terarah.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan anak sesuai kebutuhan, potensi, bakat, dan minat melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.

Sebelum menentukan jenis kegiatan ekstrakurikuler, sekolah melibatkan komite sekolah dan paguyuban wali murid melalui temu wicara.

Komite sekolah menjadi penghubung antara orang tua siswa dan sekolah dalam menyusun program ekstrakurikuler.

Faktor-faktor yang diperhatikan dalam penyusunan program ekstrakurikuler antara lain: kemampuan dan keahlian siswa, ketersediaan dana, ketersediaan SDM dan sarana prasarana yang ada.

Berdasarkan analisis yang dilakukan sekolah bersama komite diketahui bahwa kemampuan siswa mengarah dalam bidang seni, bidang agama, dan bidang olahraga.

Maka, SDN Sirahan 2 menentukan program kegiatan ekstrakurikuler berupa seni baca Alquran, bela diri/pencak silat, seni rupa, klub olahraga, dan ekstrakurikuler wajib berupa kegiatan pramuka.

Masing-masing kegiatan tersebut dilaksanakan satu kali dalam seminggu dan dibimbing oleh tenaga ahli di bidangnya.

Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat. Antara lain membentuk karakter positif siswa sesuai minat dan bakat, membuat siswa menjadi aktif sehingga tidak rendah diri dan pemalu, mendidik siswa agar dapat bersosialisasi dengan baik.

Kemudian mendidik siswa agar berdisiplin dan berkomitmen, media bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas, mengajarkan bekerja sama sebagai tim atau kelompok.

Juga memberikan kegiatan yang menyenangkan dengan cara positif, menyehatkan tubuh karena siswa aktif.

Dan mampu membantu meningkatkan prestasi siswa. Adapun karakter yang dapat dibangun melalui kegiatan ekstrakurikuler, yaitu agamis, humanis, nasionalis, demokratis, dan sosialis sebagaimana yang tercermin dalam Pancasila. (nop/lis)

Oleh : Latif Ilmiyah K., S.Pd.SD

Guru SDN Sirahan 2, Kec. Salam, Kabupaten Magelang 

Editor : Tasropi
#Bahasa Indonesia #tenaga ahli #Ekstrakurikuler