RADARSEMARANG.ID, SISTEM Gerak merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Biologi, kelas 11 semester 1.
Secara garis besar materi ini meliputi pengertian dan jenis-jenis sistem gerak pada manusia.
Berdasarkan pengalaman penulis, selama 15 tahun mengajar di SMA Negeri 1 Cepu, hampir semua peserta didik mengatakan materi ini cukup menarik tapi rumit.
Sebab terdapat banyak sekali nama-nama tulang dan otot yang harus dipahami siswa.
Sebut saja, rangka manusia ada 206 ruas tulang yang memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi.
Sistem otot manusia terdiri atas lebih dari 600 otot. Selain itu, banyak istilah-istilah dalam bahasa latin. Sehingga menambah rumit pembelajaran.
Sebenarnya istilah tersebut bukan sekedar istilah, namun konsep yang sudah disepakati para biologiwan.
Istilah-istilah tersebut dapat dikembangkan atau dikombinasikan membentuk pengertian yang lebih kompleks atau lebih spesifik—(Rustaman, 2011:27).
Konsep materi yang banyak menggunakan istilah dalam bahasa latin mengakibatkan siswa sulit untuk mengingat materi tersebut.
Pemahaman siswa yang kurang akan menjadi kendala dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Menurut Majid (2013) dan Setyorini, dkk (2017), kesulitan belajar karena daya ingat yang terbatas. Hal tersebut merupakan hambatan siswa dalam mencapai tujuan belajar. Sehingga diperlukan penggunaan metode dan media yang tepat untuk mengatasinya.
Media diartikan sebagai alat bantu guru dalam mengajar. Yakni sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan yakni siswa.
Pengalaman penulis, untuk memudahkan siswa memahami konsep, maka digunakan media penunjang.
Selain berupa buku paket, media lainya bisa berupa powerpoint, aplikasi canva dan video animasi dalam pembelajaran Sistem Gerak.
Penggunaan media tersebut untuk membuat animasi interaktif dalam proses pembelajaran. Sehingga menjadi menarik dan interaktif dan lebih mudah dipahami peserta didik.
Menurut Furoidah (2009), media animasi pembelajaran merupakan media yang berisi kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan atau suara.
Dengan begitu, berkesan dan menyimpan pesan-pesan pembelajaran.
Pembuatan video animasi dilakukan mulai dari pembuatan skenario pembelajaran.
Selanjutnya proses rekaman, pemberian ilustrasi (gambar, animasi, teks, musik), dan editing, hingga mengunggah hasil video animasi.
Kelebihan media animasi dalam pembelajaran. Pertama, memudahkan guru dalam menyajikan informasi mengenai proses yang cukup kompleks. Kedua, memperkecil ukuran objek yang cukup besar dan sebaliknya.
Ketiga, memotivasi siswa untuk memperhatikan, karena menghadirkan daya tarik bagi siswa terutama animasi yang dilengkapi dengan suara. Keempat, memiliki lebih dari satu media yang konvergen, bersifat interaktif, dan mandiri.
Dengan menggunakan video animasi ini, penulis berharap peserta didik kelas 11 SMA Negeri 1 Cepu lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran, mudah memahami materi Sistem Gerak dan hasil belajar juga meningkat. (ipa1/bud)
ROSNA AMALIA, S. Pd
--Guru Biologi SMA Negeri 1 Cepu, Kabupaten Blora