Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belajar Sejarah Islam Asyik dengan Diagram Fishbone

Tasropi • Rabu, 30 Agustus 2023 | 21:16 WIB

Umpriyah, S.Pd.I
Umpriyah, S.Pd.I


RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi kepribadian, kecerdasan akhlak mulia.

Serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya. Nantinya juga diperlukan masyarakat, bangsa dan Negara.

Mutu pendidikan sekarang belum menggembirakan dan memuaskan.

Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai standar kelulusan ujian nasional yang masih jauh dari kriteria ketuntasan belajar yang ideal.

Seperti halnya di SMP Negeri 9 Batang. Di mana siswa kelas IX khususnya, dalam belajar masih tahap rendah.

Sehingga nilai yang didapat dari hasil penilaian harian juga rendah dan kurang memuaskan.

Guru sebagai pendidik juga sebagai ujung tombak dalam keberhasilan pembelajaran siswanya mempunyai peranan penting dalam upaya mencerdaskan anak dan harus mempunyai strategi tepat dalam mengajarkan siswanya.

Sehingga apa yang disampaikan oleh guru dapat dipahami dan dimengerti peserta didiknya.

Agar pembelajaran tidak jenuh dan tidak membosankan di dalam kelas, guru harus bisa menciptakan suasana kondusif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Tidak hanya dengan metode ceramah (menerangkan) saja, tetapi harus ada variasi lain. Yang dapat menggugah semangat anak dalam belajar.

Materi pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk tingkat SMP mencakup beberapa aspek diantaranya Fiqih Ibadah, yaitu materi sejarah Islam di kelas IX semester gasal.

Pada materi ini setelah siswa membaca dan mempelajari, agar siswa lebih paham dan tidak mudah lupa dari apa yang dibaca dan dipelajarinya, untuk pendalaman materi, maka disini diterapkan metode kelompok dengan diagram fishbone.

Langkah -langkah untuk metode diagram fishbone yaitu pertama guru membagi beberapa kelompok di mana setiap kelompok 6 anak. Setiap anak harus bertanggung jawab karena ada 6 subtema.

Kedua guru membagikan masing - masing kelompok kedua kertas bufalo yang warnanya tidak sama, lem, dan spidol.

Ketiga masing - masing kelompok membuat diagram fishbone yang mana caranya kertas buffalo tadi yang satu dipotong -potong dan dibentuk seindah mungkin jadi enam .

Kemudian yang sudah dipotong –potong ditulis sub tema mulai dari ( teori kedatangan Islam, nama-nama wali Songo, cara Penyebaran Islam, macam kerajaan Islam, nama-Raja Islam, Hikmah kerajaan Islam).

Kemudian potongan tadi ditempel di kertas bufalo yang satunya dibentuk diagram fishbone.

Keenam setelah ditempel diberi anak panah yang mana anak panah tadi untuk penjelasan.

Setelah semuanya selesai, masing –masing kelompok secara bergantian maju didepan kelas untuk membaca dan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Dengan masing-masing kelompok maju kedepan secara langsung siswa mendengar hasil kerja dari kelompok lain. Akhir presentasi diambil kesimpulan.

Dari kegiatan tersebut mendorong semua siswa belajar lebih giat dan aktif karena setiap anggota diberi tugas semua.

Berdasarkan dari kerja kelompok selain menumbuhkan semangat belajar bersama juga menumbuhkan sifat kerja sama dan tanggungjawab. (ipa2/fth)

 

Oleh: Umpriyah, S.Pd.I
Guru PAI SMP Negeri 9 Batang

 

Editor : Agus AP
#Belajar Sejarah Islam #Diagram Fishbone #Umpriyah