Keanekaragaman itu tentu merupakan aset yang sangat potensial bagi kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia. Akan tetapi dapat pula sebaliknya, hal tersebut dapat merupakan satu ajang menghancurkan bangsa apabila tidak adanya suatu pembinaan dan upaya menyatukan keanekaragaman tersebut.
Oleh karena itu, sejak dini harus ditanamkan dalam diri generasi muda bangsa untuk dapat mengembangkan sikap saling menjaga dan menghargai setiap perbedaan itu sebagai suatu Ke binekaan Tunggal Ika, yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu jua.
SMK Negeri 1 Ampelgading, sebagai salah satu Lembaga Pendidikan formal tentunya mengambil langkah aktif dalam gerakan mencintai tanah air Indonesia yang terdiri atas keberagaman suku, budaya, agama, dan adat istiadat.
Bentuk partisipasi diaplikasikan dalam bentuk terciptanya Kurikulum Merdeka yang di dalamnya termaktub salah satu Tujuan Pembelajaran dalam mata pelajaran PKKn kelas XI yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuan pembelajaran ini mempunyai capaian agar siswa dapat memiliki kebanggaan terhadap kebhinnekaan, kearifan lokal, dan produk dalam negeri.
Pembelajaran Bhinneka Tunggal Ika akan terasa tidak menarik dan membosankan apabila hanya disajikan dengan metode ceramah. Oleh karena itu, kami sebagai guru berusaha menerapkan suatu metode pembelajaran yang kami rasa dapat menarik perhatian siswa juga memacu daya pikir siswa untuk mempelajari materi yang disajikan.
Metode pembelajaran yang kami terapkan adalah metode pembelajaran bermain teka-teki silang. Metode pembelajaran dengan permainan teka teki silang adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan permainan dengan media teka teki silang.
Teka teki silang menurut KBBI adalah teka teki dengan mengisi huruf dan sebagainya dalam petak-petak dan sebagainya ( https://.lektur.id.KBBI). Tujuan penggunaan metode pembelajaran dengan permainan teka teki silang adalah untuk membina dan mengembangkan kemampuan kognitif siswa dengan menggabungkannya antara bermain dan belajar.
Langkah pembelajaran dengan metode permainan teka teki silang yang kami lakukan adalah membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil dengan hanya beranggotakan 4 anak. Tiap kelompok diberi nama berdasarkan tujuan pembelajaran.
Langkah berikutnya masing-masing kelompok membuat sebuah teka teki silang berdasarkan tujuan pembelajaran yang mereka dapatkan. Setelah teka teki silang selesai dikerjakan maka tiap-tiap kelompok akan saling membagikan hasil pekerjaan kepada kelompok-kelompok yang lain untuk dikerjakan.
Dengan membuat teka teki silang berdasarkan tujuan pembelajaran dan membagikannya ke masing-masing kelompok lain maka secara otomatis siswa mampu belajar dan memahami materi pembelajaran secara menyeluruh. Setelah semua kelompok mengisi teka teki silang, langkah terakhir adalah mempresentasikan hasil pekerjaan tiap-tiap kelompok.
Guru melakukan evaluasi atau penilaian proses selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Kelompok yang berhasil memperoleh nilai atau point terbesar akan mendapatkan bentuk penghargaan berupa bintang.
Metode pembelajaran bermain teka-teki silang untuk topik Bhinneka Tunggal Ika ternyata membuat siswa termotivasi belajar dan bersemangat sehingga siswa dengan mudah mampu menyerap materi Bhinneka Tunggal Ika dengan baik.
Hal tersebut dimungkinkan terjadi karena di dalam proses pembelajaran tersebut siswa masih dapat menyalurkan hobi bermainnya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran bermain dengan teka teki silang sangat tepat digunakan untuk topik Bhinneka Tunggal Ika. (ps2/zal)
Guru SMK Negeri 1 Ampelading, Pemalang Editor : Agus AP