Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengembangkan Desain dan Olah Tekstil dengan Model PjBL

Agus AP • Selasa, 23 Mei 2023 | 22:59 WIB
Teresia Widyastuti, S.Pd
Teresia Widyastuti, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Guru memiliki keleluasaan memilih berbagai perangkat ajar. Sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik SMK Negeri 1 Tengaran sudah menjalankan kurikulum merdeka selama dua tahun. Masih membutuhkan banyak belajar atas segala perubahan dalam kurikulum tersebut.

Dalam kurikulum merdeka, istilah tujuan pembelajaran berubah menjadi capaian pembelajaran dan capaian pembelajaran akan tertuang pada alur tujuan pembelajaran. Capaian Pembelajaran Elemen: Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengembangkan desain dan olah tekstil yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan kebudayaan daerah (batik/tenun/motif printing/mengolah bahan), membuat desain hiasan (renda/sulaman/kancing hias/bordir). Untuk dapat melanjutkan fase selanjutnya siswa dituntut menyelesaikan capaian pembelajaran pada fase sekarang.

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur pembelajaran dengan sistematis untuk mengelola pengalaman belajar siswa agar tujuan belajar tertentu yang diinginkan bisa tercapai (Suprihatiningrum, 2013 : 145).

Model pembelajaran yang dipilih adalah Project based learning (PjBL). PjBL merupakan suatu pendekatan komprehensif yang memberikan petunjuk bagi peserta didik, bekerja secara individu atau kelompok, dan berhubungan dengan topik di dunia nyata.

Langkah-langkah yang harus dilakukan diawali penentuan pertanyaan mendasar (start with essential question), menyusun perencanaan proyek (design project), menyusun jadwal (create schedule), memantau siswa dan kemajuan proyek (monitoring the students and progress of project), penilaian hasil (assess the outcome).

Pada capaian ini anak anak XI Busana 3 SMK N 1 Tengaran belajar untuk mendesain tekstil, menuangkan desain dalam karya nyata. Lalu membuat desain busana yang sesuai dengan bahan tekstil tersebut.

Mulai mendesain busana sampai siap pakai siswa mengeksplor kemampuan baik pengetahuan maupun keterampilannya. Guru berperan sebagai fasilitator, dan satu-satunya sumber belajar. Siswa bebas mengakses pengetahuan lewat berbagai media.

Pembelajaran dengan model PjBL sangat sesuai untuk pelajaran praktek. Siswa lebih cepat dan mudah dalam memahami materi. Karena mereka terjun langsung dalam dunia nyata atau praktek riil. Siswa lebih asik dan menikmati pembelajaran, dan berimbas pada hasil belajar mereka. Lebih dari 80 persen mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Dari hasil praktek, siswa mendapatkan banyak ilmu dari berbagai sumber. Mereka lebih paham proses pembuatan busana mulai dari pembuatan kain sampai menjadi busana yang bisa mereka pakai sendiri. Tentunya mereka lebih percaya diri dalam memakai hasil karya sendiri. Karena mulai pembuatan motif, desain, dan produksi mereka lakukan sendiri. Kurikulum merdeka lebih memerdekakan anak dalam berkarya! (ips2/fth)


Guru Busana SMK N 1 Tengaran, Kabupaten Semarang Editor : Agus AP
#Olah Tekstil #Sulasminingsih #Mengembangkan Desain #SMK N 1 Tengaran #Model PjBL #Guru Busana