Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran Noun Phrase melalui Teknik Akrostik

Agus AP • Jumat, 5 Mei 2023 | 22:27 WIB
Suhestiyah, S.Pd
Suhestiyah, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Hampir setiap anak di PAUD maupun TK mengenal mejikuhibiniu. Para guru memperkenalkan kata tersebut untuk mengajarkan tentang warna. Kata mejakuhibiniu singkatan dari merah, hijau, kuning, hijau, biru, nila, ungu.

Kata tersebut bahkan sangat melekat dan selalu diingat sampai dewasa. Singkatan mejikuhibiniu sebenarnya merupakan teknik menghafal yang dikenal dengan teknik akrostik atau jembatan keledai.

Menurut Sugiyono (2009) teknik akrostik adalah teknik menghafal dengan cara mengambil huruf depan dari materi yang diingat dan kemudian digabungkan sehingga menjadi singkatan atau kata atau kalimat yang lucu.

Teknik akrostik bisa diterapkan di berbagai pelajaran misalnya Kimia. Untuk membantu peserta didik menghafalkan unsur kimia golongan IA: H, Li, Natrium, K, Cs, Fr guru Kimia bisa menggunakan kalimat hari libur naik kuda, rabu kamis free.

Terinspirasi dengan teknik ini maka penulis mencoba menerapkannya dalam mengajarkan noun phrase. Noun phrase adalah kata-kata yang telah dikelompokkan sebagai kata benda yang bisa dikelompokkan dengan determiner dan kata sifat untuk membentuk frasa yang lebih besar (Miller:2002).

Dalam mengajarkan noun phrase seringkali penulis menemukan peserta didik mengalami masalah dalam membuat noun phrase yang benar terutama apabila dalam noun phrase tersebut terdapat lebih dari dua kata sifat.

Kesulitan para peserta didik bisa dimaklumi karena dalam bahasa Indonesia tidak ada aturan baku mana yang harus didahulukan untuk menyebut kata sifat yang berurutan.

Untuk mengajarkan noun phrase yang mengandung kata sifat lebih dari satu yang pertama dilakukan oleh penulis adalah menjelaskan tentang determiner. Setelah itu peserta didik diberitahu berbagai contoh determiner dan cara penggunaannya. Mereka juga diberi kesempatan untuk mencari contoh lain dari determiner melalui internet.

Berikutnya penulis mulai fokus pada berbagai jenis kata sifat dan kegunaannya. Menurut Harman (1972) kata sifat adalah kata yang diikuti kata benda atau subtantif lainnya sebagai suatu keterangan yang menerangkan kata benda atau subtantif lainnya.

Penulis memulainya dengan mengajak peserta didik membedakan berbagai kelompok kata sifat yang terbagi menjadi pendapat, ukuran, usia, ukuran, suhu, bentuk, warna, asal, bahan beserta contoh-contohnya dan memastikan mereka telah memahaminya. Penulis lalu mengenalkan akronim De O Si A T Sha Col Or Ma Pur No.

De berasal dari kata determiner, O berasal dari kata Opinion, Si berasal dari kata size, A berasal dari kata Age, T berasal dari kata temparature, sha berasal dari kata shape, col berasal dari kata colour, Or berasal dari kata origin, ma berasal dari kata material, pur berasal dari kata purpose, No berasal dari kata noun.

Agar pembelajaran lebih menarik, penulis terlebih dahulu menyiapkan sebelas kartu yang setiap kartunya berisi kata yang berbeda yang berasal dari singkatan De O Si A T Sha Col Or Ma Pur No. Lalu penulis membagi peserta didik dalam empat kelompok berdasarkan barisan tempat duduk mereka.

Penulis menggunakan nada lagu Begadang milik Rhoma Irama untuk mengucap De O Si A T Sha Col Or Ma Pur No dilanjutkan dengan menyebut arti setiap singkatan kata.

Kelompok yang kebagian tugas untuk menyebut kata wajib berdiri sehingga tercipta gerak dan lagu. Sambil memandu peserta didik bernyanyi, penulis memperlihatkan kartu yang telah dibuat satu per satu mengikuti nada yang dinyanyikan peserta didik.

Dengan menyanyikan lagu secara berulang-ulang peserta didik cepat menghafal akronim tersebut. Kemudian penulis membuat beberapa noun phrase menggunakan kata-kata yang sederhana dalam bahasa Indonesia misalnya sebuah kursi kayu besar berwarna coklat.

Di sini peserta didik harus mulai memilih urutan kata yang benar jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Mereka diingatkan tentang singkatan De O si A T Sha Col Or Ma Pur No.

Dengan menggunakan teknik akrostik dan memanfaatkan benda atau orang yang ada di sekitanya ternyata sangat membantu peserta didik dalam membuat noun phrase dengan benar. (uj2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Padamara, Kabupaten Purbalingga
Editor : Agus AP
#Suhestiyah #Teknik Akrostik #Guru Bahasa Inggris #Pembelajaran Noun Phrase #SMAN 1 Padamara