Kegiatan dalam pembelajaran untuk memahami suatu konsep harus dipilih guru secara tepat. Pemilihan metode pembelajaran dan pendekatan juga sangat berpengaruh terhadap pemcapaian hasil belajar peserta didik. Pada kurikulum 2013 salah satu kompetensi dasar yang penting untuk disampaiakan adalah sistem pencernaan.
Materi esensial ini sangat membutuhkan teknik khusus dalam menyampaikan kepada peserta didik. Konsep yang disampaikan pada materi ini antara lain adalah tentang zat-zat makanan, saluran pencernaan, proses yang terjadi pada setiap organ sistem pencernaan, serta kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan.
Metode yang dapat digunakan dalam kompetensi dasar sistem pencernaaaan dapat dengan memilih bermain peran atau role playing. Pada metode ini siswa dapat mencari informasi sebanyak banyaknya tentang suatu peran yang ditugaskan padanya.
Nurul Ramadhani Makarao (2009:121) menjelaskan bahwa role playing merupakan metode pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk bermain peran pada skenario tertentu. Peserta didik diberikan kartu peran (role card) untuk dipelajari kemudian dipraktikkan dalam suatu situasi permainan peran sesuai dengan skenario yang telah ditentukan sebelumnya.
Sedangkan Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002:101) menjelaskan bahwa role playing atau istilah lain disebut sosio drama adalah salah satu dalam metode pembelajaran yang bisa mendorong siswa bermain peran pada suatu topik atau materi tertentu. Pada dasarnya, sosiodrama mendramatisasikan tingkah laku yang memiliki hubungannya dengan masalah sosial.
Dalam menyampaikan konsep pembelajaran sistem pencernaan terutama pada proses yang terjadi pada organ-organ saluran pencernaan dapat dilakukan dengan metode role playing. Tahapan yang dilakukan dengan membagi kelas menjadi 5 kelompok dengan masing-masing beranggota 6 anak. Setiap kelompok bertugas untuk menyusun deskripsi ataupun fungsi dari masing-masing organ pada saluran pencernaan.
Kegiatan ini diberikan guru beberapa hari sebelum pembelajaran dilaksanakan. Organ yang harus dideskripsikan berbeda untuk setiap kelompok yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan rectum.
Setiap kelompok boleh berbeda-beda cakupannya dalam mendeskripsikan masing-masing organ. Sehingga deskripsi bisa berupa fungsi enzim yang bekerja, kelainan dan penyakit pada organ tersebut, ataupun hal-hal yang terkait dengan organ pencernaan tersebut.
Sebelum dilaksanakan pembelajaran tentang organ-organ saluran sietem pencernaan, pada kelompok pertama satu anak menjelaskan mulut dengan bagian-bagian berupa gigi, lidah dan ludah. Sedangkan anak pada kelompok kedua menjelaskan tentang gerak peristaltik pada kerongkongan. Anak pada kelompok ketiga menjelaskan lambung dengan enzim yang bekerja pada lambung.
Anak dari kelompok keempat menjelaskan tentang usus halus dengan tiga bagian yaitu dedenum jejenim dan ileum. Anak dari kelompok kelima menjelaskan tentang peran usus besar dalam menyerap air dan fungsi dari rectum.
Ketika masing-masing anak dari perwakilan kelompok selesai menjelaskan perannya maka kelompok lain menanggapinya dengan diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan maupun materi dari kelompok tersebut.
Dengan dipandu guru masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulannya. Di akhir pembelajaran guru memberikan kesimpulan secara umum serta mengevaluasi jalannya pembelajaran dengan metode terebut. Dengan menggunakan metode role playing untuk materi sistem pencernaan ternyata berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Yaitu dengan menunjukkan hasil penilaian yang cukup memuaskan. (uj/lis)
Guru SMPN 1 Srumbung, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP