Hal ini sangat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Sebab anak yang keadaan fisiknya tidak sehat berimbas pada penurunan prestasi. Sedangkan anak yang sehat dan bugar, akan dapat mengikuti pelajaran secara rutin di sekolah.
Untuk mengembangkan pembelajaran yang efektif, guru pendidikan jasmani harus memahami dan memerhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa. Dengan memahami karakteristik perkembangan siswa, guru akan mampu membantu siswa belajar secara efektif.
Bola voli merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas VII SMP. Sedangkan kemampuan siswa SMP Negeri 38 Semarang dalam mempraktikkan teknik bola voli khususnya servis bawah belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM).
Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh enam orang setiap tim. Teknik dasar dalam permaianan bola voli mutlak harus dikuasai oleh para pemain dalam melakukan permainan bola voli. Teknik-teknik dasar yang harus dikuasai di antaranya adalah servis, passing, umpan (set up), smash (spike), dan bendungan.
Untuk meningkatkan kemampuan servis bawah pada materi Bola Voli siswa kelas VII D SMP Negeri 38 Semarang menggunakan modifikasi permainan kasti. Teknik permainan ini adalah permainan yang menggunakan servis bawah sebagai gerak dasarnya dan dikemas dalam permainan kasti. Peraturan permaianannya ini seperti kasti, namun ada beberapa peraturan yang diubah.
Permainan ini dilakukan di lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 6 x 12 meter seperti lapangan permainan Bola Voli Mini, dengan tinggi tiang net 2 meter. Pada tiap sisi lapangan, diberi lingkaran menggunakan kapur sebagai penanda atau tiang hinggap sebanyak 3 pos atau tiang hinggap.
Dalam permaianan kasti ini tidak terdapat pelambung bola seperti kasti pada umumnya, sedangkan dalam permainan ini regu pemain langsung melakukan servis bawah secara bergantian di belakang garis lapangan. Semua merasakan sesuai nomor urut memukul pada permainan kasti.
Dalam kegiatan sebelum servis bawah dimodifikasi permainan kasti, banyak anak pasif. Tetapi setelah servis bawah dimodifikasi dengan permainan kasti, siswa lebih termotivasi untuk dapat melakukan servis bawah dengan lebih mudah. Dengan demikian, motivasi tetap terjaga sehingga minat untuk mengikuti pelajaran Penjasorkes khususnya bola voli akan terus meningkat.
Permainan ini sangat cocok diterapkan ke dalam pembelajaran Bola Voli khususnya Servis Bawah. Peserta didik akan sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran karena permainan ini menuntut anak untuk mencetak poin sebanyak mungkin dalam waktu yang ditentukan dan kelompok yang mendapat poin paling banyak dinyatakan sebagai pemenangnya.
Servis bawah dengan modifikasi permainan kasti berhasil membangkitkan semangat siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan tertib. Peserta didik tidak cepat bosan dengan berbagai pembelajaran bermain yang diberikan.
Semoga metode ini mampu memancing respons siswa terhadap stimulus yang diberikannya. Siswa terlihat bersemangat untuk melakukan permainan. Siswa sudah mampu melakukan permainan dengan baik dan tertib. (ips1/ida)
Guru SMP Negeri 38 Semarang Editor : Agus AP