Salah satu model pembelajaran inovatif yang sangat diminati oleh siswa adalah Game Based Learning (GBL). Menurut Annie Pho (2015) GBL mengacu pada pemanfaatan dan penerapan prinsip game pada proses pembelajaran untuk meningkatkan engagement pengguna atau siswa.
Hal ini sejalan dengan pendapat Maiga (2009:198), yang mengatakan bermain mengatakan bermain merupakan bagian penting dalam lingkungan belajar karena bisa meningkatkan pengalaman belajar yang mudah diingat, mempertinggi suasana hati, dan membuat pembelajaran menjadi efektif.
GBL sendiri dianggap cocok diterapkan pada pembelajaran anak generasi saat ini karena beberapa faktor seperti, 1) kompetisi dan kerjasama tim dapat menambah motivasi pada siswa, 2) adanya umpan balik yang cepat, membuat siswa bisa mencari alternatif lain dalam memecahkan masalah, dan 3) menciptakan lingkungan belajar yang asik dan menyenangkan sehingga meningkatkan semangat dan motivasi siswa.
Salah satu media dalam model pembelajaran GBL adalah Ular Tangga. Media Ular Tangga ini disiapkan oleh guru dengan dilengkapi berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan pembelajaran di kelas. Dalam pembelajaran ini, siswa dituntut untuk aktif secara pribadi maupun kelompok. Media pembelajaran ini menggunakan prinsip kartu dadu pada permainan ular tangga.
Pada media pembelajaran ini, guru diminta untuk membuat kartu soal, bintang skor, dan desain papan permainan ular tangga yang desainya menggunakan basis pembelajaran siswa SD. Gambar yang di masukan dalam papan permainan adalah gambar yang berkaitan dengan konsep pembelajaran siswa di SD. Media ini dimaksudkan untuk mengajak siswa bermain sambil belajar, bisa dalam kelompok ataupun individu. Setelah penggunaan media Ular Tangga ini diharapkan siswa dapat lebih memahami materi pelajaran.
Media Ular Tangga ini sebaiknya dimainkan perkelompok (atau perwakilan kelompok) diharapkan siswa dapat berdiskusi didalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang telah dipersiapkan untuk setiap kotak ular tangga. Setelah semua instrumen disiapkan untuk media ini, dimulai dari 1) switch:penentuan siapa yang bermain duluan, guru memberikan satu pertanyaan pembuka.yang bisa menjawab berhak menentukan urutan permainan anggota. 2) Ketika kotak dadu dilempar, maka setiap perwakilan peserta wajib menjawab pertanyaan pada setiap kolom yang telah dipersiapkan, jika jawaban Benar siswa berhak dapat bintang orange (skor 10) dan jika salah mendapat bintang merah (skor -5). 3) Permainan berlanjut hingga ke kelompok-kelompok berikutnya. 4) Selanjutnya guru memberikan evaluasi hasil metode pembelajaran menggunakan permainan ular tangga. 5) Guru menentukan kesimpulan konsep pembelajaran.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, pembelajaran menggunakan metode GBL dengan media Ular Tangga akan menumbuhkan kreativitas siswa dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Kreativitas anak akan tumbuh dan berkembang dengan adanya pendidikan yang menyenangkan, fasilitas terpenuhi, terbebas dari tekanan, adanya dorongan baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Terpenting yang harus dipastikan bahwa metode GBL ini harus sesuai dengan karakteristik para siswa, tujuan pembelajaran serta kesiapan sarana-prasarana yang ada di sekolah. Sehingga ketika diterapkan metode ini bisa lebih optimal, efektif, dan bermakna. (una/ida)
SD Negeri 1 Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara Editor : Agus AP