Masalah-maslah itu juga terjadi pada kelas V SD Negeri 2 Kebonsari Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tema 7 subtema 2 Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.
Oleh karena itu guru mencari solusi agar siswa bergairah, semangat kembali mengikuti pembelajaran. Guru harus mampu mengemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya dengan menggunakan video animasi Anikamer sebagai media pembelajaran. Video animasi Animaker mudah dibuat, mudah dipraktikkan dan gratis sehingga cocok untuk pemula.
Syaful Bahri Djamarah dan Azwan Zain (2010:121) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan agar tercapai tujuan pembelajaran. Video animasi adalah sebuah gambar bergerak yang berasal dari kumpulan berbagai objek yang disusun secara khusus sehingga bergerak sesuai alur yang sudah ditentukan pada setiap hitungan waktu.
Objek yang dimaksud adalah gambar manusia, tulisan teks, gambar hewan, gambar tumbuhan, gedung, dan lain sebagainya. Pembelajaran dengan menggunakan video atau animasi lebih berhasil karena mampu masuk melalui 2 sensor indra manusia yaitu melalui mata dan telinga. Menurut Dale dalam (Sudirman, 2006) bahwa pengalaman belajar seseorang 75% diperoleh dari indra pengelihatan (mata), 13% melalui indra pendengaran (telinga) dan selebihnya melalui indra yang lain.
Animaker adalah aplikasi untuk membuat video animasi yang memungkinkan kita membuat konten video yang menarik. Animaker dapat digunakan untuk membuat tutorial, video penjelasan, video presentasi. Web tool ini menyediakan semua alat dan materi yang kita butuhkan untuk membuat video animasi, penggunaannyapun cukup mudah. Adapun cara membuat video animasi Animaker banyak ditemukan pada tutorial YouTube.
Video animasi dibuat dengan cara menyiapkan materi merujuk pada RPP yang akan diajarkan, dari materi tersebut dimasukan ke software Animaker melalui laptop atau komputer dan hasil akhirnya adalah video animasi yang kemudian diunggah melalui WhatsApp (WAG) kelas V SD Negeri 2 Kebonsari. Kombinasi perintah yang ada di WAG dengan diperjelas video animasi menjadikan siswa dapat menangkap pembelajaran secara visual dan audio melalui smartphone atau laptop.
Tahapan operasional implementasi pembelajaran daring dengan video animasi Animaker adalah: guru menyiapkan RPP, guru menyiapkan materi dalam bentuk video animasi kemudian diunggah ke WAG dengan penjelasannya. Siswa mempelajari materi video, mengerjakan latihan evaluasi, dan mengunggah tugas menggunakan WAG. Guru memberikan umpan balik atas pembelajaran online dan tugas yang diunggah siswa.
Setelah pembelajaran dilaksanakan dengan bantuan media pembelajaran video animasi Animaker, pembelajaran lebih hidup, siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran daring karena selain penyampaian materi, siswa juga dapat menonton animasi, siswa lebih aktif sehingga mudah memahami materi pembelajaran.
Dengan pembelajaran dengan media pembelajaran video animasi Animaker pembelajaran yang semula lesu, jenuh dan membosankan menjadi bergairah kembali. (*/lis)
Guru SDN 2 Kebonsari, Kec. Rowosari, Kabupaten Kendal Editor : Agus AP