Saat peserta didik kelas sembilan SMPN 1 Tengaran mempelajari materi tentang perubahan sosial budaya dan globalisasi, peserta didik diharuskan mampu melakukan hal-hal di antaranya adalah : mengetahui pengertian perubahan sosial budaya, menjelaskan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya, memahami aspek globalisasi di berbagai bidang kehidupan, menganalisis dampak globalisasi dalam kehidupan bangsa Indonesia dan mendeskripsikan upaya menghadapi globalisasi.
Selama ini hambatan yang ditemui peserta didik adalah menganalisis dampak globalisasi dalam kehidupan bangsa Indonesia. Globalisasi menjadikan seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terkait, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru dengan meniadakan batas geografis, ekonomi, sosial dan budaya. Untuk memahami berbagai contoh globalisasi budaya maka peserta didik perlu menyusun pengamatan dengan kelompok masing-masing. Pengamatan ini akan terasa sulit jika peserta didik bekerja mandiri. Oleh karena itu guru menyusun strategi dengan model pembelajaran tertentu agar proses diskusi peserta didik sesuai dengan yang diharapkan.
Peserta didik melakukan pengamatan dan kerja kelompok, guru mencoba dengan model pembelajaran tipe Group Investigation. Menurut Slavin (2005) kelas adalah sebuah tempat kreatifitas kooperatif di mana guru dan peserta didik membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan mutual dari berbagai pengalaman, kapasitas, dan kebutuhan mereka masing-masing. Group Investigasition (investigasi kelompok) adalah model belajar kooperatif yang menempatkan peserta didik ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender, etnis, dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik.
Menurut Dewey, model kelompok investigasi memiliki enam langkah pembelajaran, yaitu sebagai berikut: pertama adalah grouping (menetapkan jumlah anggota kelompok, menentukan sumber, memilih topik dan merumuskan permasalahan. Kedua adalah planning atau menetapkan apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajarinya, siapa melakukan apa dan apa tujuannya. Ketiga adalah investigation. Atau saling tukar informasi dan ide, berdiskusi, klarifikasi, mengumpulkan informasi, menganalisis dan membuat referensi. Keempat adalah organizing. Yaitu anggota kelompok menulis laporan, merencanakan presentasi laporan, penentuan penyajian, oderator dan notulen.
Kelima adalah presenting yaitu salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengevaluasi, mengklarifikasi, mengajukan pertanyaan atau tanggapan. Sedangkan yang keenam adalah evaluating. Yaitu masing-masing peserta didik melakukan koreksi terhadap laporan masing-masing berdasarkan hasil diskusi kelas, peserta didik dan guru berkolaborasi mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Melakukan penilaian hasil belajar yang difokuskan pada pencapaian pemahaman. Dengan model group investigation ternyata hasil belajar peserta didik meningkat dan keaktifan dalam kelompok saat menyelesaikan lembar kerja meningkat. (pr1/ton)
Guru IPS SMPN 1 Tengaran Editor : Agus AP