Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Ruas Jalan Alternatif Kabupaten Semarang-Demak Longsor Lagi

Maria Novena Sinduwara • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:40 WIB
Ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Minggu (15/2) terjadi longsor lagi di ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur.

Longsor pertama yang terjadi di tahun 2022 hingga kini masih terus terjadi.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro membenarkan hasil monitoring memang muncul rekahan pada hari Minggu (15/2) lalu.

Alex mengatakan diarea tersebut sudah terpasang Early Warning System (EWS). Rambut untuk tidak melintas ke lokasi sudah terpasang juga.

Tidak hanya pantauan secara visual dilapangan, Alex menyebutkan juga berdasarkan data dari EWS tersebut.

Alex menyebutkan lokasi longsor ke pemukiman diperkirakan 30 meter 

"Dari EWS belum muncul sinyal yang mengkhawatirkan. Tetapi tetap harus waspada. Karena memang kondisinya masih ada guguran longsor,"ungkapnya. Selasa (17/2).

Sementara itu salah satu warga sekitar Muhammad Badrun 84 menceritakan sekitar pukul 4 pagi.

Ketika longsor susulan terjadi tidak terdengar suara apa-apa. Lokasi pemukiman warga juga diungkapkan Badrun masih cukup jauh.

Meski demikian pihaknya juga terus waspada. Karena longsoran kecil masih kerap terjadi.

"Rumah saya masih 400 meteran dari sini. Tapi ya itu ada kebun disekitar sini. Tanamannya jadi ikut longsor,"katanya.

Menurut pengakuan Bandrun yang tidak aman yakni tanaman para warga. Diketahui warga yang panen padi lima bagor tertimbun material longsor. Ada juga yang baru panen pisang juga tertimbun longsor. 

"Ini yang kedua setelah yang kemarin itu. Dulu ketika masih saya muda belum seperti ini. Tapi longsornya kecil-kecil. Kejadian ini karena selokannya tidak dibetulkan lalu didorong air tanahnya terus longsor,"lanjutnya.

Sementara diketahui penyebab utama longsor besar di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur dari hasil kajian teknis, ditemukan adanya sumber mata air besar di bawah titik longsor yang membuat tanah di kawasan tersebut terus lembap dan bergerak.

Kondisi itu menyebabkan jalan penghubung antara Ungaran–Demak kini berubah menjadi jurang terbuka sedalam sekitar 61 meter.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#LONGSOR #Kalongan #demak