Desil Bansos Adalah Penentu PKH dan BPNT, Ini Cara Cek dan Mengubahnya

RADARSEMARANG.ID – Desil sering kali tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat, tetapi perannya sangat besar dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial seperti PKH dan BPNT. Sistem ini bekerja di balik layar sebagai alat pengelompokan tingkat kesejahteraan, yang digunakan pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Dengan kata lain, posisi desil seseorang bisa sangat menentukan apakah ia masuk dalam daftar penerima bantuan atau tidak.
Secara sederhana, desil adalah metode pembagian seluruh penduduk Indonesia ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Pengelompokan ini dimulai dari kelompok paling miskin hingga kelompok paling sejahtera.
Data tersebut tidak disusun secara sembarangan, melainkan berasal dari sistem yang terintegrasi dan dikelola melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik, serta terhubung langsung dengan data kependudukan dari Dukcapil.
Artinya, kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di lapangan, tetapi juga dari data yang tercatat dalam sistem.
Hal ini membuat desil menjadi acuan utama yang bersifat objektif, meskipun pada praktiknya tetap bisa terjadi ketidaksesuaian dengan kondisi nyata. Dalam pembagian yang berlaku saat ini, desil 1 dikategorikan sebagai sangat miskin, desil 2 miskin, desil 3 hampir miskin, desil 4 rentan miskin, desil 5 menengah ke bawah, dan desil 6 hingga 10 masuk dalam kategori menengah ke atas.
Pemerintah sendiri memprioritaskan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang berada di desil 1 hingga 4. Semakin rendah angka desil, maka semakin tinggi peluang seseorang untuk menerima bantuan seperti PKH dan BPNT.
Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mulai memperhatikan posisi desil mereka, terutama ketika merasa kondisi ekonomi yang dialami tidak sesuai dengan data yang tercatat.
Baca Juga: Profil Arifatul Choiri Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usai Usul Gerbong Wanita di Tengah Kereta
Namun, perlu dipahami bahwa sistem desil tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan data menjadi tidak akurat. Salah satu penyebab paling umum adalah data kependudukan yang tidak diperbarui dalam waktu lama.
Misalnya, seseorang masih tercatat tinggal di alamat lama, padahal kondisi sebenarnya sudah berubah. Hal lain yang sering terjadi adalah kepemilikan aset yang masih tercatat di sistem, meskipun kondisi aset tersebut sudah tidak lagi bernilai atau bahkan sudah tidak dimiliki.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




