Direktur Teknis PDAM Kabupaten Semarang Eko Budi Santoso menegaskan, pipa bocor sejak 23 Februari 2021. Salah satu pipa berdiameter 600 mm di kawasan Bukit Asri ada yang bocor. Posisi pipa yang berada di bawah rumah warga, membuat pihaknya kesulitan memperbaiki. Belum lagi hujan turun sehingga menyulitkan pekerjaan lapangan menyelesaikan dengan cepat.
Sebenarnya proses perbaikan sudah rampung dalam beberapa hari, namun saat ujicoba, pipa lain bocor. “Karena tembakan air yang kencang pipa milik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang tepat di bagian sambungan karetnya lepas," jelasnya saat meninjau lokasi pipa bocor di Mapagan Selasa (2/3/2021).
PDAM Kabupaten Semarang akhirnya menurunkan truk tangki guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Per hari lima tangka. Sekitar 1.200 pelanggan yang terdampak.
Menurutnya, jika cuaca mendukung, pengerjaan bisa dilakukan dalam waktu 24 jam.
Pihaknya menjanjikan hari ini sudah kembali normal lagi. “Hanya saja yang daerah tinggi tetap harus menunggu sampai air stabil," lanjutnya.
Sementara itu salah satu warga Mapagan Abdul Zae mengatakan seminggu terakhir memang irit ketika menggunakan air. Ia sempat melihat di bawah tepat area pipa, keluar air cukup banyak. "Airnya luber-luber. Paginya ada bongkaran," katanya.
Siti, 34, warga lain mengaku kerepotan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Meski ada air artetis di perumahannya, namun harus bergantian dengan warga lain. “Cucian menumpuk. Memang repot kalau matinya lama begini. Semoga cepat mengalir,” harapnya. (ria/zal)
Editor : Agus AP