Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

24 Mei 1844, Pertama Kali Telegraf Elektrik Mengirim Pesan Samuel Morse

Tasropi • Jumat, 24 Mei 2024 | 22:27 WIB
Ilustrasi Sandi Morse, dan Penemuan Telegraf oleh Samuel Morse
Ilustrasi Sandi Morse, dan Penemuan Telegraf oleh Samuel Morse

RADARSEMARANG.ID, KOMUNIKASI mempunyai perjalanan sejarah yang panjang. Sebelum kita menggunakan HP untuk menerima segala pesan dari jarak jauh, ada satu alat yang dinamakan telegraf.

Telegraf sendiri juga mengalami perkembangan, termasuk saat akhirnya ditemukan sistem untuk telegraf elektrik oleh seorang warga Amerika.

Ia adalah Samuel Morse, seorang pelukis yang juga menjadi inventor dari telegraf elektrik.

Meskipun gagasan tentang telegraf elektrik ini telah diajukan pada 1753 dan pada awal tahun 1774, telegraf elektrik tersebut telah digunakan untuk mengirim pesan jarak pendek.

Hal tersebut membuat Morse percaya bahwa itulah proposal pertamanya, meskipun pada tahun 1835 ia membuat model kerja pertamanya.

Sebagian besar hidup More digunakan untuk melukis, mengajar seni di Universitas Kota New York, dan dalam bidang politik.

Akan tetapi pada tahun 1837 itu membuatnya mengalihkan perhatiannya terhadap penemuan barunya.

Ia juga dikenalkan dengan karya dari Joseph Henry tentang elektromagnetisme oleh temannya semasa kuliah, yaitu Leonardo Gale, seorang ahli kimia.

Hasil rancangan Henry tersebut merupakan elektromagnet kuat yang dapat mengirimkan pesan lebih dari 16 km dari kawat.

Jarak tersebut merupakan jarak yang jauh lebih panjang dibanding hasil temuannya yang pertama.

Alfred Vail, seorang teman dari Morse menawarkan untuk menyediakan bahan dan tenaga untuk pembangunan model di pabrik besi milik keluarganya di Morristown, New Jersey.

Hal tersebut membuat Vail dan Gale menjadi mitra dalam hak telegraf Morse.

Selanjutnya, mereka berdua telah mengembankan sistem titik dan garis yang dikenal di seluruh dunia sebagai sandi morse pada tahu 1838.

Pada tahun yang sama, Samuel Morse gagal untuk menarik minat Kongres dalam membangun jalur telegraf, sehingga ia mengakuisisi Maine Congressman F. O.J. Smith sebagai mitra tambahan.

Setelah kegagalannya membangun jalur Morse di Eropa, Samuel Morse akhirnya tetap gigih mempromosikan telegraf sendirian.

Hingga akhirnya, pada tahun 1843, ia berhasil mendapatkan dukungan keuangan dari Kongres untuk jalur telegraf pertama di Amerika Serikat.

Jalur tersebut dibangun dari Baltmore hingga ke Washington dan selesai pada tahun 1844 dan pesan pertama yang dikirim pada 24 Mei itu berbunyi “What hath God wrought”.

Mengenal Samuel Morse, Penemu Telegraf Elektrik Pertama

Samuel Morse, atau yang memiliki nama lengkap Samuel Finley Breese Morse, lahir pada 27 April 1791 di Charlestown, Massachusetts, U.S.

Samuel Morse merupakan anak dari seorang ahli Geografi terkenal yang sekaligus merupakan pendeta Kongregasi, Jedidiah Morse.

Samuel Morse mengemban pendidikan di Phillips Academy, Andover, Massachusetts. Selanjutnya, orang tuanya memasukkannya ke Yale College (sekarang Universitas Yale) di New Haven, Connecticut.

Setelah lulus dan menjadi seorang sarjana pada tahun 1810, Samuel Morse bekerja di penerbit buku Boston sebagai juru tulis.

Akan tetapi, ia memiliki minat yang cukup besar dalam hal melukis. Hal tersebut membuat orang tuanya mengupayakan serta membantunya untuk dapat belajar seni di Inggris pada tahun 1811 dengan seorang pelukis Amerika, Washington Allston.

Selama tahun 1812, Samuel Morse memberikan reaksi terhadap penghinaan Inggris untuk Amerika dengan menjadi seorang pro-Amerika dengan penuh semangat, sebab pada saat itu terjadi perang antara Britania Raya dan Amerika.

Meski begitu, ia juga sama seperti kebanyakan orang Amerika pada zaman itu yang menerima standar artistik bahasa Inggris.

Termasuk dalam hal gaya lukisan “historis”, sebuah penggambaran romantis dari legenda dan peristiwa sejarah dengan tokoh-tokoh yang menonjolkan latar depan dalam berpose megah serta warna-warna yang cemerlang.

Samuel Morse akhirnya kembali ke rumahnya pada tahun 1815. Akan tetapi, kanvas historis yang dibuatnya kurang dihargai oleh orang Amerika. Walaupun dengan enggan, ia akhirnya mulai mengambil potret lagi untuk mencari nafkah.

Ia memulai untuk menjadi pelukis keliling di New England, New York, dan California Selatan. Ia juga pernah menghasilkan beberapa potret terbaik setelah ia menetap di New York City pada tahun 1825.

Potret tersebut terlihat bahwa ia menggabungkan kompetensi teknis serta penampilan karakter warganya yang berani dengan dibubuhi sentuhan Romantisme yang ia serap di Inggris.

Samuel Morse juga bergaul dengan kaum intelektual, orang kaya, ortodoks yang religius, serta orang-orang yang konservatif secara politik, meskipun kehidupannya saat itu tergolong miskin.

Lingkaran persahabatannya pun dikelilingi orang-orang penting seperti, Marquis de Lafayette, seorang pahlawan Prancis dari Revolusi Amerika, dan James Fenimore Cooper yang merupakan seorang novelis.

Ketika Morse kembali dari belajar seni di Eropa pada tahun 1832, ia memikirkan gagasan tentang telegraf elektrik.

Telegraf elektrik tersebut merupakan hasil dari pendengarannya dalam percakapan tentang elektromagnet yang baru ditemukan.

Selain jiwa seni yang ia miliki, Samuel Morse juga memiliki jiwa kepemimpinan.

Ia juga pernah mengampanyekan tentang penolakan terhadap keabadian teater, salah satu caranya adalah dengan membantu meluncurkan New Journal Commerce pada tahun 1827 yang berisi tolakan atas iklan dari teater.

Selain itu, ia juga menjadi pendiri sebuah institusi sebagai cara untuk meningkatkan rasa hormat Amerika Serikat kepada para pelukis.

Institusi itu bernama Akademi Desain Nasional, dan pada tahun pertamanya yaitu dari tahun 1826, ia menjadi presiden akademi tersebut hingga tahun 1845.

Morse meninggal di New York pada 2 April 1872.

Editor : Tasropi
#Telegraf Elektrik #Samuel Morse #britania raya