RADARSEMARANG.ID - Chat GPT dari OpenAI mungkin segera gantikan Google Assistant di setelan default ponsel Android sebagai asisten digital.
Dalam perkembangan terbarunya, ChatGPT OpenAI dikabarkan menjadi pesaing yang dapat menggantikan Google Assistant di ponsel Android.
Hal ini terlepas dari peran penting OpenAI dalam kemajuan Chat GPT sebagai AI generatif, yang banyak digunakan pengguna Android pada 2023.
Pada tahun tersebut, pengguna Android selalu mengakses ChatGPT melalui browser untuk membuka situs web OpenAI.
Selain itu akses ke situs web OpenAI juga menggunakan aplikasi khusus yang tersedia di Google Play Store.
Keterangan tersebut telah diungkapkan melalui kode internal milik OpenAI pada Senin (8/1) yang dikutip dari laman Metaverse.
Meski demikian, pengungkapan kode terbaru menunjukkan adanya masa depan Chat GPT yang dapat berperan sebagai aplikasi asisten digital utama, dan akan mempermudah interaksi pengguna dengan chatbot.
Dikabarkan, aplikasi Chat GPT pada Android baru-baru ini mengalami pembaruan signifikan ke versi 1.2023.352, yang dirilis bulan lalu.
Dalam pembaruan itu, terdapat penambahan fitur baru yang disebut "com.openai.voice.assistant.AssistantActivity," yang memberikan opsi langkah-langkah untuk fungsi sebagai 'asisten default'.
Pengaktifan fungsi tersebut akan menampilkan hamparan di layar, yang menyerupai dalam aplikasi obrolan suara mode animasi.
Hamparan tersebut dirancang untuk dapat muncul di atas aplikasi lain, yang memungkinkan Chat GPT untuk dipanggil dari layar mana pun.
Sementara dalam laporan terbaru, disebutkan bahwa ada fitur yang sedang dalam tahap proses pengembangan di balik layar.
Bukti lain juga menunjukkan bahwa kesiapan aplikasi untuk status asisten default masih terus berubah.
Namun begitu, penambahan file XML bernama “asisten interaksi layanan” di versi update terbarunya memberikan wawasan tentang OpenAI.
Bagian dalam file tersebut telah diberi kode untuk mengidentifikasi aplikasi sebagai "aplikasi asisten digital default".
Keberadaan file XML itu mengisyaratkan rencana OpenAI untuk memudahkan aksesibilitas Chat GPT di perangkat Android.
Jika terealisasi, pengguna dapat meluncurkan Chat GPT di ponsel Android dengan menekan lama tombol beranda atau menggeser layar ke atas.
Dalam pembaruan terbaru, aplikasi Chat GPT memperkenalkan fitur ‘ubin pengaturan cepat’, yang dirancang sebagai pintasan untuk meluncurkan mode asisten digital.
Hal tersebut bertujuan untuk mempertahankan pengguna dengan meningkatkan aksesibilitas ChatGPT di ponsel Android.
Meski begitu, banyak pengguna melaporkan adanya kesulitan dalam mengaktifkan asisten digital atau ‘ubin pengaturan cepat’ meskipun dapat dinonaktifkan secara manual.
Selain itu, beberapa fungsi mungkin dibatasi API seiring kabar segera diluncurkannya Google Assistant dengan AI generatifnya, yakni Bard.
Namun, OpenAI juga sedang mengupayakan mencari solusi yang tepat agar ChatGPT lebih ramah pengguna di Android.
Kabar Chat GPT yang akan mengambil posisi Google Assistant di Android menimbulkan antusiasme yang tinggi di kalangan komunitas teknologi.
Selanjutnya, mereka sangat berantusias menantikan perkembangan lebih lanjut dalam perpaduan antara kecerdasan buatan dan fungsi seluler.
Editor : Baskoro Septiadi