Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Wisata Air Panas Guci Kembali Bangkit Pasca Bencana

Dhinar Sasongko • Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:42 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Guci - Pagi menyelimuti lereng Gunung Slamet dengan sunyi yang menenangkan.

Kabut tipis menggantung di udara. Uap hangat perlahan mengepul dari aliran air panas, menembus dinginnya hawa pegunungan.

Di sinilah, di kawasan wisata Guci, kehidupan kembali menemukan nadinya.

Tawa anak-anak pecah di antara gemericik air. Percakapan wisatawan terdengar hangat.

Aroma tanah basah dan embun pagi seakan menjadi saksi—bahwa Guci masih berdiri.

Namun ingatan tentang bencana itu belum lama berlalu.

Banjir bandang setinggi tujuh meter pernah mengamuk di aliran Sungai Kaligung. Air berlumpur menerjang Pancuran 13.

Tiga jembatan terputus. Jalan amblas. Ketakutan menyelimuti warga. Kawasan yang biasanya dipenuhi keceriaan, mendadak sunyi.

Guci sempat terdiam.Tetapi alam dan manusia di kaki gunung ini memilih untuk bangkit.

Perlahan, akses yang rusak diperbaiki. Jalan yang sempat amblas kini kembali tersambung.

Kendaraan roda dua dan roda empat kembali melintas, membawa harapan—dan wisatawan yang rindu.

Di jantung kawasan, kolam-kolam pemandian kembali dialiri air panas alami. Uapnya membumbung tinggi, seakan menjadi simbol keteguhan.

Hangatnya air bukan sekadar relaksasi—ia adalah tanda kehidupan yang terus mengalir.

Gunawan, 39 tahun, datang pagi-pagi bersama istri dan anaknya. Tiga puluh kilometer ditempuh dengan sepeda motor, demi menikmati kembali suasana yang sempat hilang.

“Saya tidak takut ke sini. Sekarang sudah aman. Jalannya juga sudah bagus lagi,” ujarnya mantap, sambil menggandeng sang anak menuju kolam air panas.

Hotel dan vila tetap beroperasi. Balkon-balkon kembali dihuni tawa. Restoran menyajikan hidangan hangat. Asap sate ayam dan sate kelinci mengepul di sepanjang jalan.

Tempe mendoan yang baru diangkat dari wajan berpadu dengan aroma kopi hitam yang mengepul pelan.

Ekonomi yang sempat terhenti, kini kembali berdenyut.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, memastikan berbagai langkah mitigasi telah dilakukan. Infrastruktur diperkuat. Sistem pengamanan ditingkatkan. Pengawasan diperketat.

“Guci tetap aman untuk dikunjungi,” tegasnya.

Di bawah bayang kokoh Gunung Slamet, Guci membuktikan satu hal—bahwa luka bisa sembuh, bahwa harapan tak pernah benar-benar padam.

Bencana mungkin meninggalkan jejak.

Namun hari ini, Guci berdiri dengan wajah baru.

Lebih kuat.

Lebih siap.

Dan tetap hangat menyambut siapa pun yang datang.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#WISATA #guci