Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kelurahan Wonolopo Sinergikan Kampung Tematik untuk Atasi Covid-19

Agus AP • Senin, 8 November 2021 | 17:36 WIB
Salah satu jalan karakter di Kampung Edukasi Omah Ampiran, RW 10 Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Salah satu jalan karakter di Kampung Edukasi Omah Ampiran, RW 10 Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen memiliki salah satu kampung tematik, yakni organik mina padi. Kampung tersebut memiliki sawah dan kolam berisikan ikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.

Lurah Wonolopo Rina Sugumurwani menjelaskan Kelurahan Wonolopo merupakan desa wisata yang berada di Kota Semarang. Terdapat tiga kampung tematik yang sudah diresmikan, di antaranya Kampung Jamu, dan Kampung Organik Mina Padi.

Adanya kampung-kampung tematik tersebut dapat mempermudah kelurahan dalam mensinergikan potensi yang ada.

Kendati demikian, pihaknya juga mengusulkan kampung-kampung tematik baru seperti Kampung Ranting Pelangi, Kampung Embung, Kampung Leri, Kampung Ampiran, dan Kampung Flora.

Adanya kampung tematik sangatlah membantu. Seperti terdapat fasilitas olahraga seperti jalan yang sudah digambar sepeda di Kampung Go Green Jadul untuk warga yang suka bersepeda. Lapangan sepak bola di Kampung Leri untuk turnamen dan sekolah sepak bola wanita.

Selain itu, terdapat embung sebagai pusat seni dan budaya. Kampung Ampiran merupakan pujaser yang menjadi pusat dari seluruh UMKM di Wonolopo. Kampung Flora menyediakan tumbuhan untuk dijual.

Kampung Jamu sebagai edukasi tentang manfaat jamu. Serta Kampung Ranting Pelangi yang memanfaatkan limbah untuk mempercantik lingkungan.

Ia berharap, dengan adanya kampung-kampung tematik, warga menjadi terbantu, khususnya dalam sektor perekonomian. Rina berencana menggandeng DPPA untuk membangun taman bermain di lahan kosong sekitar embung Wonolopo.

Hal ini sesuai usulan dari Paguyuban Embung Wonolopo. “Karena saya belum melihat banyak potensi yang belum digugah di Embung Wonolopo,” katanya.

Ketua Paguyuban Embung Wonolopo Imam Kambali menambahkan terdapat taman lidah buaya yang mulai dikembangkan oleh warga sekitar. Karena beberapa waktu yang lalu, warga dilatih untuk membuat sabun dan hand sanitizer dari lidah buaya.

“Kami ingin mengoptimalkan lahan di sekitar embung lebih memiliki nilai fungsi dan lebih menarik wisatawan,” katanya. (fgr/ton) Editor : Agus AP
#Kelurahan Wonolopo