“Ruang isolasi itu ada 14 kamar dan dua di ruang ICU yang bisa digunakan untuk ruang isolasi. Untuk dua kamar ICU terdapat ventilator sehingga bisa digunakan untuk sesak napas akut,” kata Direktur RSUB 2 Endang Nuryati usai soft opening Rabu (27/1/2021).
Endang menambahkan, penderita Covid-19 harus mendapatkan perawatan yang khusus. Sehingga melalui perawatan serta suplai makanan yang cukup dan gizi yang seimbang tentunya membuat penderita menjadi semakin cepat sembuh. “Untuk itu perlu adanya ruang isolasi yang bisa membuat penderita itu imunnya naik terus sehingga penderita Covid itu bisa cepat sempuh dan pulih sedia kala,” tambahnya.
Direktur Yayasan Manshurin Singgih Tri Sulistyono mengatakan masyarakat menengah ke bawah memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan yang memadai. Sehingga hal inilah yang memotivasi Yayasan Manshurin mendirikan RSUB 2, sebagai upaya untuk membantu negara dalam menyiapkan dan mengantisipasi bonus demografi.
Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihardi melalui daring, mengatakan, sejak terpilih ia berkomitmen persoalan mendasar di Kota Semarang harus selesai. Persoalan tersebut adalah masalah kesehatan dan pendidikan. Pasalnya kalau sakit pasti tidak bisa melakukan aktifitas apapun. Maka warga Semarang harus sehat dan bisa terlayani dengan fasilitas kesehatan secara cepat, murah atau bahkan gratis.
“Untuk itu Pemkot Semarang berkomitmen di titik pelayanan pemerintahan harus bisa difasilitasi secara gratis. Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk wilayah swasta untuk ikut terlibat di dalam dengan pelayanan yang baik cepat dan juga murah,” katanya. (hid/ton) Editor : Agus AP