RADARSEMARANG.ID - Kultur hooliganisme yang lahir di daratan Inggris kini semakin banyak diikuti dan diadopsi oleh para supporter di dunia.
Diklaim berawal dari budaya kekerasan dari seorang tukang pukul bernama Patrick Hooligan pada masa lampau, kultur ini turun-temurun diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya.
Budaya ini erat kaitannya dengan berbagai tindak kriminal yang dilakukan atas nama sepakbola. Para Hooligans ini kerapkali melakukan kejahatan baik kepada musuhnya ataupun masyarakat umum.
Kejahatan yang biasa mereka lakukan meliputi memancing keributan, perkelahian skala kecil dan besar, pelecehan seksual hingga bergabung dengan kelompok radikal berideologi ekstrem.
Salah satu kelompok hooligans yang paling disegani adalah Millwall Bushwackers, mereka adalah para penggemar dari klub sepakbola Millwalls dari London Tenggara.
Daerah Millwalls merupakan daerah yang didominasi oleh kawasan industrial, sehingga tak ayal banyak pendukung daerah ini yang memiliki pekerjaan sebagai buruh dan kelas pekerja.
Pada hari-hari biasa mereka menghabiskan waktu untuk bekerja keras dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat hari libur adalah waktu istirahat peepas penat yang cukup dinanti.
Akhir pekan para buruh di Millwalls digunakan untuk menonton pertandingan sepakbola klub kebanggaan kotanya, mereka tentunya berharap kemenangan dari klub Millwalls yang mereka prioritaskan meskipun kehilangan waktu libur mereka yang berharga.
Mereka menamai kelompok mereka sebagai Millwall Bushwackers, sebelumnya mereka terkenal dengan sebutan F-Troops.
Sepanjang sejarah, mereka adalah kelompok supporter yang paling kerap membuat kerusuhan serta mendapat hukuman dari FA (Football Association).
Mereka juga memiliki reputasi yang buruk terkait nada-nada rasisme yang sering mereka lontarkan kepada musuh-musuhnya, seperti para orang kulit hitam dan para imigran asal India yang banyak bermukim di London Timur.
Reputasi buruk ini tak terhenti sampai sini, para Bushwackers juga dikenal karena tak pandang bulu terhadap siapapun yang akan mereka libas.
Mereka tak segan menyerang pemain dari pihak lawan meskipun dengan pengamanan yang cukup ketat, bahkan mereka juga seringkali terlibat keributan dengan pihak kepolisian.
Karena kebrutalannya, mereka memiliki musuh yang terbanyak di ranah supporter sepakbola Inggris. Secara total ada 92 kelompok supporter yang melabeli Millwall Bushwackers sebagai musuh.
Musuh-musuh mereka yang paling terkenal adalah Inter City Firm (West Ham), Chelsea Headhunters (Chelsea FC) dan Leeds United Service Crew (Leeds United).
Source: Millwall History Org, The Liverpudlian ID
Editor : Baskoro Septiadi