RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kasus temuan Jasad bayi terbungkus plastik di dalam goodie bag di samping bak sampah di Jalan Puspowarno Selatan V, Salamanmloyo, Semarang Barat, belum terungkap pelakunya.
Bahkan, belum diketahui persis kapan Jasad bayi tersebut dibuang pelakunya dilokasi tersebut. Namun, ada warga yang sempat melihat bungkusan tas goodie tersebut pada Senin (24/11/2025) sore.
Saksi yang sempat melihat tersebut diketahui adalah seorang bocah laki-laki kecil yang tinggal disekitaran lokasi penemuan, di RT 2 RW 6, Salamanmloyo.
"Anak itu katanya kemarin sempat lihat tas (biru) itu di bawah pohon Kamboja, samping bak sampah, kemarin sore sekitaran jam 4. Tapi gak tau siapa yang meletakkan, membuang disitu," ungkap perempuan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (25/11/2025).
Lanjutnya mengatakan, sampah yang tertumpuk di bak terbuat bata merah setinggi sekitaran 20 sentimeter tersebut rutin dibersihkan setiap hari antara pukul 09.00-10.00.
"Nah, pas subuh itu mesti ada pemulung itu ngambilin sampah. Terus dia (pemulung) ambil tas warna biru di samping bak sampah. Pas dibuka itu ada tisu-tisu bekas, ada kayak bercak-bercak darah gitu," jelasnya.
Kemudian, tisu-tisu tersebut dikeluarkan dan didalamnya juga tas biru terdapat tas plastik warna hitam. Alangkah terkejutnya, setelah tas hitam dibuka ternyata ada jasad bayi.
"Pas tas kresek (tas hitam) dibuka, ternyata isinya bayi (orok). Katanya tadi beratnya sekitaran 3 kiloan (kilogram)," jelasnya.
"Entah itu sudah bengkak apa gimana, tapi baginya itu sudah sudah membiru semua, sudah meninggal. Kemungkinan ya sudah sejak kemarin sore itu. Tapi gak (warga) gak nyadar, kalau tas biru itu isinya bayi (Jasad)," sambungnya.
Temuan kejadian ini, juga telah dilaporkan ke perangkat RT setempat dan Polsek Semarang Barat.
Sejumlah anggota polisi juga telah mendatangi lokasi tersebut melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembuang jasad bayi tersebut.
"Tadi juga dicek di cctv, tapi gak tau hasilnya seperti apa. Itu disitu di warung kucingan masih banyak polisi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, temuan Jasad bayi kembali menggegerkan warga. Temuan terbaru berada di samping bak sampah di Jalan Puspowarno Selatan V, Salamanmloyo, Semarang Barat, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 04.30.
Informasi yang diperoleh, kali pertama yang menemukan adalah seorang pemulung sampah, diketahui bernama Bambang Irawan, 42, warga Krobokan, Semarang Barat.
Awalnya, pria ini seperti biasa mengais rejeki dari memulung barang bekas di perkampungan, termasuk di Salaman Mloyo, RT 2 RW 6. Pria ini jalan kaki sembari membawa karung untuk membawa hasil pungutan barang bekas untuk dijual.
Setiba di TKP, saksi ini memilah sampah barang bekas di bak sampah. Selang beberapa saat kemudian, saksi mengambil sebuah tas goodie bag warna biru terdapat tulisan Indomaret.
Tas tersebut berada di samping bak sampah, persis dibawah pohon Kamboja yang tumbuh dibelakang gapura kampung bertuliskan Puspowarno Selatan V.
Setelah goodie bag tersebut dibuka, bukanya mendapat barang bekas, justru Bambang malah dibuat penasaran adanya kumpulan tisu bekas dan terdapat bercak darah.
Belum berhenti disitu, saksi kemudian membuka bungkusan plastik warna hitam di dalam goodie bag tersebut. Alangkah terkejutnya, Bambang malah mendapati bayi yang sudah tidak bergerak diduga telah meninggal.
Sontak temuan ini sangat mengejutkan Bambang. Selanjutnya, orok tersebut diletakan di bak sampah.
Selanjutnya temuan ini disampaikan kepada warga sekitar, diteruskan ke ketua RT setempat dan Polsek Semarang Barat.
Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar Winanomo membenarkan adanya temuan kejadian ini. Selanjutnya, petugas kepolisian juga mendatangi lokasi bersama Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP.
"Setelah dicek (ditemukan) kondisi bayi sudah tidak bernyawa, jenis kelamin perempuan dan masih ada ari-arinya, saksi kemudian melaporkan kejadian tsb diaplikasi Libas," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (25/11/2025).
Bayi tersebut diduga baru lahir dan sengaja dibuang oleh pelakunya. Namun, kepolisian masih memburu pelaku pembuang orok tersebut.
Selanjutnya, orok tersebut dievakuasi dan bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan otopsi.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Penyelidikan ini, kepolisian juga melakukan pengecekan kamera cctv disekitaran lokasi kejadian.
"Masih penyelidikan. Hasil pemeriksaan olah TKP, terdapat luka di kepala (bayi) dan benjol," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi