RADARSEMARANG.ID, Semarang - Banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk Semarang berangsur surut.
Lurah Trimulyo, Sugito, menjelaskan ada empat pompa yang dinyalakan untuk mengurangi genangan di Trimulyo. Sebelumnya ada dua pompa dari BBWS Pemali-Juana saja.
"Alhamdulillah surut luar biasa, ada dua mesin pompa tambahan dari Pemkot Semarang kemarin," katanya.
Kendati demikian, di gang-gang kecil masih terdapat genangan setinggi 15 - 50 sentimeter. Ada dua RW yang masih tergenang, yakni di RW 1 dan RW 2.
Terutama di RT 6 RW 1 masih 50 sentimeter. "Mudah-mudahan mesin pompa on terus sehingga akan surut," katanya.
Menurutnya, banjir di Trimulyo terjadi setiap tahun ganjil. Tetapi pada tahun 2024 ini yang merupakan tahun genap malah terjadi banjir yang sangat parah.
Bahkan, ada 50 warga yang masih mengungsi di Masjid Baitul Manan karena tempat tinggalnya masih tergenang hingga 1 meter.
Sebagian warga sudah pulang ke rumah untuk membersihkan perabotan rumahnya dari sisa banjir.
Selain itu, wilayah Trimulyo merupakan daerah cekungan. Di mana Tanggul Sungai Babon lebih tinggi dari pemukiman.
Sehingga, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BBWS Pemali-Juana dan Pemkot Semarang melalui Wali Kota.
"Untuk warga ini kan merasa kurang nyaman, ya. Kami berharap di Trimulyo dan Kota Semarang banjir semakin berkurang," katanya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi