Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pedagang Minta Relokasi ke Sawah Besar dan Dargo Permanen

Tasropi • Sabtu, 9 September 2023 | 18:40 WIB
Infografis
Infografis

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Eks pedagang Barito yang saat ini masih menempati kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), bakal dipindah ke Sawah besar dan Pasar Dargo. Upaya pemindahan ini dilakukan lantaran masa kontrak di MAJT telah habis.

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang saat ini tengah menyiapkan infrastruktur pendukung di Sawah Besar.

Disdag akan berkoodinasi dengan dinas terkait, seperti perbaikan jalan, saluran dan penerangan jalan.

“Untuk infrastrukrtur InsyaAllah akan dibiayai Pemkot Semarang. Pembuatan lapak mandiri, mereka sudah dua kali membuat lapak secara mandiri,” kata Plt Kepala Disdag Fajar Purwoto Jumat (8/9).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Semarang ini, memberikana apresiasi karena pedagang Barito yang sangat kooperatif selama penataan dari bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) ke MAJT hingga kembali digeser ke Sawah Besar dan Dargo.

Sebelumnya, sempat ada rencana melakukan relokasi pedagang Barito ke Lapak Suryokusumo, Tlogosari. Namun, lokasi tersebut dinilai tidak memungkinkan.

“Kami tidak memperpanjang sewa kontrak sehingga kami bertanggung jawab relokasi. Beberapa kali rapat disepakati dua tempat, yang di Sawah Besar dan eks Mall Dargo,” jelasnya.

Rencananya, lanjut Fajar, peletakan batu pertama di Sawah besar akan dilakukan pada 12 September mendatang. Dia berharap rencana relokasi ini bisa lancar tanpa gejolak. 

“Nanti yang 223 menempati Sawah Besar, sisanya akan kami kawal. Akan saya tempatkan di Dargo,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Barito Karya Mandiri, Rohmat Yulianta meminta penataan kali ini dilakukan secara permanen pasca masa kontrak di MAJT habis.

Menurutnya, di tempat relokasi lama pedagang sudah tinggal hampir lima tahun.

“Kami harap penataan ini terakhir. Jadi penataan yang permenen dan tidak ada pindah-pindah lagi,” pintanya.

Dia menyebut, ada 557 pedagang. Diakuinya, tidak bisa seluruh pedagang ditampung di Sawah Besar. Maka, pihaknya meminta petunjuk pemerintah yang akan membagi pedagang di dua tempat.

“Ini akan dicoba di dua tempat. Untuk yang sudah pasti di Sawah Besar, menampung 223 pedagang. Sisanya, akan di Pasar Dargo,” jelasnya.

Selain itu Rohmat meminta pindahan bisa dilakukan bersamaan. Menurutnya di Dargo saat ini sudah 70 persen lahan siap ditempati. Sedangkan, di Sawah Besar perlu dipersiapkan infrastruktur pendukung.

“Harapannya sebelum akhir tahun bisa pindah bersama. Pedagang juga nggak masalah mau di Dargo atau Sawah Besar. Kami sudah lakukan sosialisasi kepada anggota, akan dipindah di dua tempat, sesuai dengan klaster,” tambahnya.

Menurut dia, pedagang yang akan dipindah di Sawah Besar akan diberikan pedagang klaster logam, perkalengan, dan onderdil alat berat. Sedangkan, lahan di Dargo diperuntukan pedagang onderdil kecil seperti variasi mobil dan penjualan ban. (den/zal)

Editor : Agus AP
#Masjid Agung Jawa Tengah #Pasar Barito Karya Mandiri #Banjir Kanal Timur (BKT)