RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, Harian Jawa Pos Radar Semarang melakukan wawancara eksklusif dengan Prof. Dr. Rasimin, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Administrasi Keuangan dan Kelembagaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, Sabtu (1/6/2024).
Dalam wawancara ini, Prof. Rasimin mengulas dua aspek penting tentang Pancasila, yaitu pemaknaannya dari perspektif post strukturalis dan inovasi dalam internalisasi Pancasila di masyarakat.
Prof. Rasimin menjelaskan bahwa dari perspektif post strukturalis, Pancasila sebagai dasar negara memiliki sifat terbuka dalam pemaknaan.
“Pancasila harus dilihat sebagai sesuatu yang adaptif dan kontekstual. Artinya, makna dari Pancasila bisa berkembang dan beradaptasi sesuai dengan dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini,” ujarnya.
Menurut beliau, pendekatan post strukturalis ini menekankan bahwa Pancasila bukanlah sesuatu yang kaku atau tetap.
“Setiap sila dalam Pancasila harus bisa ditafsirkan ulang dan disesuaikan dengan perkembangan sosial, politik, dan budaya yang terjadi. Hal ini penting agar Pancasila tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” tambah Prof. Rasimin.
Selanjutnya, Prof. Rasimin membahas tentang pentingnya inovasi dalam proses internalisasi Pancasila di masyarakat. Ia menekankan bahwa cara-cara lama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila mungkin sudah tidak efektif lagi di era digital ini.
“Kita harus berinovasi dengan menggunakan berbagai medium termutakhir untuk menginternalisasi Pancasila. Misalnya, melalui media sosial, aplikasi digital, dan berbagai platform online yang kini menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, medium-medium tersebut tidak hanya memudahkan penyebaran informasi, tetapi juga memungkinkan interaksi yang lebih dinamis dan partisipatif dari masyarakat.
“Dengan menggunakan teknologi dan inovasi, kita bisa membuat Pancasila lebih dekat dan lebih dipahami oleh generasi muda yang merupakan masa depan bangsa,” kata Prof. Rasimin.
Di akhir wawancara, Prof. Rasimin menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah bagaimana kita bisa menjaga esensi dari Pancasila sembari terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Pancasila adalah landasan kita, tetapi cara kita mengkomunikasikan dan menginternalisasikannya harus terus berkembang. Itulah kunci agar Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya.
Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar negara kita dan bagaimana kita bisa menjadikannya relevan di tengah perkembangan zaman yang cepat dan dinamis. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi