Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenyang Gizi, Lapar Literasi

R
Penulis: Radar Semarang❯
Itmamudin, SS.,M.IP,Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Jawa Tengah
Itmamudin, SS.,M.IP, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Jawa Tengah

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID, Pemerintah saat ini tampak sangat progresif dalam urusan perut.

Program pemenuhan gizi nasional dan pengentasan stunting menjadi primadona kebijakan di berbagai daerah. 

Advertisement

Namun, di balik ambisi mencetak generasi fisik unggul, ada pemandangan kontras yang luput dari sorotan: kondisi perpustakaan sekolah yang sekarat. 

Kita sedang giat menyuapi raga anak bangsa, namun membiarkan pusat literasi mereka kelaparan asupan pengetahuan.

Advertisement

Bukti nyata dari minimnya kepedulian terhadap literasi ini terpampang jelas di banyak sekolah dasar.

 Perpustakaan yang seharusnya menjadi jantung pendidikan, sering kali hanya menjadi ruang pengap di pojok bangunan yang jarang dikunjungi.

Kondisinya memprihatinkan; atap yang bocor, debu yang menebal di rak-rak tua, hingga ketiadaan koleksi bahan bacaan anak yang relevan.

 Banyak perpustakaan sekolah hanya berisi tumpukan buku paket kurikulum usang yang membosankan, tanpa ada buku cerita bergambar, ensiklopedia populer, atau novel anak yang mampu memantik imajinasi.

Ironi ini menunjukkan bahwa pemerintah lupa bahwa gizi dan literasi harus tumbuh beriringan.

 Memberi asupan protein tinggi tanpa menyediakan akses bacaan yang layak adalah investasi yang timpang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer