Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi mengatakan, laporan terhadap pemantauan distribusi terhadap keterjangkauan harga sudah tercatat dan terrecord dengan baik. Namun demikian ketercatatan dan pelaporan jangan membuat kita lengah.
“Tetapi harus membuat kita terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kepala wilayah baik kecamatan, kelurahan bahkan RT/RW,” kata Sinoeng usai memberikan arahan dalam Workshop Pengendalian Inflasi Daerah Kota Salatiga di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Lantai 2, Selasa (20/6).
Menurutnya, workshop merupakan sebuah wadah untuk berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Salatiga. Ia mengingkan agar tim TPID melakukan pengecekan harga dan pemantauan Kebutuhan Bahan Pokok mulai waktu subuh.
“Pemantauan jangan dilakukan pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB. Lakukan pemantauan dan pengecekan saat subuh saat pasar terjadi kepadatan transaksi yang luar biasa. aktivitas di pasar bahkan sudah ramai sejak pukul 03.00 WIB dini hari,” jelasnya.
Dengan pemantauan, tentu bisa melihat distribusi ketersediaan dan ketercukupan bahan pokok. Pemantauan saat subuh, akan lebih komplit dibandingkan jika dibandingkan pukul 08.00 WIB atau pukul 09.00 WIB.
“Pemantauan lebih dini ini akan mempercepat dan melihat lebih detail terhadap kondisi yang ada di lapangan,”tegasnya.
Sinoeng juga menanggapi salah satu perwakilan kelompok tani yang hadir dalam workshop, yang menyatakan ketersediaan bibit tanaman untuk kelompok tani di wilayahnya.
Sebagai informasi pengendalian Inflasi kota Salatiga Tahun 2023, untuk periode Januari – Desember 2022 4,99 persen. Kemudian dari Juni 2022 – Mei 2023 (YOY) 3,73 persen dan Januari – Mei 2023 di angka 1,12 persen.
Adapun kegiatan Pengendalian Inflasi Kota Salatiga di antaranya melakukan operasi pasar murah komoditas beras, gula pasir, minyak goreng, telur, yang kedua memberikan subsidi kedelai, subsidi transportasi dan subsidi pakan ikan, kemudian yang ketiga adalah memberikan bantuan bibit ternak dan pakan ternak, keempat adalah melaksanakan gerakan menanam cabai. (sas/fth) Editor : Agus AP