Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Generasi Z dan Alpha Perlu Literasi Digital, Prof Rasimin: “Saring Dulu Sebelum Share”

D
Penulis: Dhinar Sasongko❯
Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Membangun Etika dan Keamanan Siswa di Era Digital”
Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Membangun Etika dan Keamanan Siswa di Era Digital”

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Generasi Z dan Alpha yang dikenal akrab dengan teknologi dinilai masih lemah dalam memaknai teknologi secara literat.


Advertisement

Kondisi ini menjadi salah satu penyebab maraknya konten negatif di media sosial.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Membangun Etika dan Keamanan Siswa di Era Digital” yang digelar di Hotel Artos, Magelang, Jumat (10/10).

Menurut Rasimin, pemanfaatan teknologi digital harus diiringi dengan kemampuan berpikir kritis dan etis.

Advertisement

“Peserta didik perlu memahami Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta memiliki keterampilan memproduksi konten positif. Saring dulu sebelum share, itu prinsip yang harus dipegang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan ilmu mantik kepada siswa.

“Ilmu mantik melatih siswa menyusun argumen yang logis dan mendeteksi logical fallacy atau sesat pikir. Kalau siswa mampu berpikir runtut, mereka tidak mudah terprovokasi atau menyebar hoaks,” jelasnya.

Advertisement

Selain itu, Rasimin menilai pembangunan ekosistem digital yang literat perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Bukan hanya siswa, tapi guru, orang tua, dan lingkungan sosial juga harus memiliki literasi digital yang baik. Semua elemen masyarakat harus menjadi teladan dalam bermedia digital,” tambahnya.

Seminar tersebut turut menghadirkan narasumber lain, yakni H. Wibowo Prasetyo, anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan riset.

Dalam paparannya, Wibowo menekankan pentingnya penguasaan Artificial Intelligence (AI) bagi generasi muda.

“Saat ini kita hidup di era di mana teknologi AI sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa madrasah perlu belajar memanfaatkan AI untuk menciptakan konten positif dan edukatif, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Wibowo juga mengingatkan bahwa banyak penyimpangan digital terjadi karena rendahnya kemampuan dalam menggunakan teknologi cerdas secara bijak.

“AI itu alat bantu, tapi tanpa literasi digital, justru bisa jadi bumerang,” tegasnya.

Salah satu peserta, Nabila Rahma Putri, siswi MAN 2 Magelang, mengaku mendapatkan wawasan baru dari materi yang disampaikan.

“Saya baru tahu ternyata ilmu mantik penting untuk melatih cara berpikir yang terstruktur. Selama ini kita lebih fokus pada teknologi, tapi lupa belajar bagaimana berpikir benar. Kalau diajarkan di sekolah, pasti bisa membantu kami lebih bijak di media sosial,” ungkapnya.

Kegiatan ini digelar oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI.

Ratusan peserta didik dari berbagai madrasah di Jawa Tengah mengikuti acara dengan antusiasme tinggi.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan demonstrasi penggunaan AI untuk pembelajaran kreatif serta produksi konten edukatif di media sosial.(sas)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengapa Nyeri Leher dan Punggung Semakin Sering Terjadi di Era Digital?

Mengapa Nyeri Leher dan Punggung Semakin Sering Terjadi di Era Digital?

Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, dan beraktivitas sehari-hari.

Dinas Pendidikan Grobogan dan MPD Universitas Muria Kudus Perkuat Kepemimpinan Pendidikan Adaptif di Era Digital

Dinas Pendidikan Grobogan dan MPD Universitas Muria Kudus Perkuat Kepemimpinan Pendidikan Adaptif di Era Digital

Seminar Pendidikan bertema “Transformasi Kepemimpinan Pendidikan dalam Era Digitalisasi untuk Pendidik Adaptif dan Berdampak” digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan dan Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana UMK.

Penegerian RA Disorot, PPIAUD Jateng-DIY Berharap Ada Langkah Konkret

Penegerian RA Disorot, PPIAUD Jateng-DIY Berharap Ada Langkah Konkret

Perubahan juga menyangkut pengaturan masa berlaku status akreditasi Unggul selama tiga dan lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer