Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kerap Terjadi Kecelakaan, Dishub Bakal Evaluasi TL KIW

Adennyar Wicaksono • Rabu, 3 Desember 2025 | 00:53 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, bakal melakukan evaluasi terkait keamanan traffic light (TL) Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) yang ada di Jalan Pantura Semarang - Kendal.

Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, kerap terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Terbaru Senin (1/12) petang, seorang pengendara sepeda motor tewas karena gagal menyalip truk, tepat di TL KIW.

Kepala Bidang Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Semarang, Mulyadi menjelaskan jika evaluasi bakal dilakukan terkait kecelakaan yang terjadi. Salah satunya dengan menambah rambu-rambu lalu lintas.

"Kita nanti akan lakukan evaluasi, disitu memang jalur cepat, nanti mungkin akan ditambah dengan pita kejut," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (2/12).

Dia menjelaskan TL KIW, untuk ke arah barat kendaraan terus atau tidak berhenti. Sementara untuk ke arah masuk KIW mengikuti isyarat rambu lalu lintas.

Mulyadi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng, untuk mengantisipasi kejadian serupa, berupa penambahan rambu lalu lintas atau minimal peredam kejut.

"Kita nanti akan berkoordinasi dengan BBPJN, misalnya dengan menambah fasilitas keselamatan seperti rambu ataupun peredam kejut," tambah dia.

Dia menjelaskan, karena berada di jalan nasional, koordinasi penambahan rambu harus dilakukan.

Apalagi TL Simpang KIW juga dibangun oleh BBPJN, namun sudah diserahkan ke Dishub Kota Semarang.

"Sudah diserahkan ke kita, dan kita bisa melakukan evaluasi. Tapi pengambilan tindakan tetap dikoordinasikan dengan BBPJN," pungkas dia.

Seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir dua nyawa melayang di TL KIW.

Kejadian pertama seorang pengendara wanita bernama Saidah warga  Mangkang Kulon, tewas karena terlibat kecelakaan dengan sebuah truk, 24 November lalu.

Selang beberapa hari tepatnya  Senin (1/12) petang satu orang nyawa kembali melayang, setelah gagal menyalip truk dengan nopol kendaraan H 2620 KQ, bernama Santoso warga Banyumanik tewas di tempat yang sama karena gagal menyalip truk.

"Idealnya yang arah barat, ikut berhenti karena ini jalur cepat. Atau minimal diberi peredam kejut, agar bisa memperlambat laju kendaraan sebelumnya TL," pinta Mashudi warga sekitar. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#traffic light #KAWASAN INDUSTRI