Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Teks Ikrar Hari Santri Nasional Lengkap dengan Artinya

Falakhudin • Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:39 WIB
Teks Ikrar Hari Santri Nasional
Teks Ikrar Hari Santri Nasional

 

RADARSEMARANG.ID — Menjadi santri adalah sa’yun syāmil, perjuangan yang utuh yang menggabungkan sekurang-kurangnya tiga elemen utama, yaitu thalabul ‘ilmi, tazkiyatun nafs, dan jihād fi sabīlillāh. 

Orang menjadi santri itu kalau dia mau menggerakkan dirinya untuk thalabul ‘ilmi, mencari ilmu—dulu disebut menuntut ilmu, tapi kita khawatir nanti dianggap ilmu ini punya salah sehingga dituntut-tuntut, maka kita maknai dengan mencari ilmu, tazkiyatun nafs, membersihkan jiwa.

 

 

Karena lebih dari sekadar mereka yang belajar di dalam lingkungan lembaga-lembaga sekuler atau di dalam lingkungan lembaga-lembaga pendidikan yang dikatakan formal atau lebih modern, santri itu belajar tidak hanya dengan mengisi akalnya saja, tapi juga diiringi dengan riyadlah untuk membersihkan jiwanya.

Jadi kalau cuma belajar dengan menyerap ilmu pengetahuan saja, itu belum santri. 

Santri adalah orang yang belajarnya dibarengi dengan tirakat. 

Ini karena dedikasi total kepada ilmu sehingga ilmu itu betul-betul diperjuangkan secara lahir dan batin.  

Baca Juga: PSSI Pecat Patrick Kluivert Sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Ini 5 Calon Penggantinya

 

Dan elemen utama yang ketiga, jelas adalah jihad fī sabīlillāh, karena seluruh keberadaan kita semua sebagai makhluk ini adalah untuk menghamba kepada Allah subhānahu wa ta’ālā, dan puncak dari penghambaan itu adalah jihad fī sabīlillāh. 

Pada tahun ini Kemenag mengambil tema atau tagline Hari Santri Nasional 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia. 

Kenapa temanya begitu? Karena Hari Santri itu sendiri ditetapkan dengan merujuk kepada Resolusi Jihad yang diumumkan oleh Nahdlatul Ulama pada tanggal 22 Oktober 1945.

Resolusi jihad adalah seruan Perang Sabil untuk menolak upaya penjajah untuk kembali menjajah Tanah Air ini, untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Maka semangat dasar dari Hari Santri itu adalah semangat untuk mempertahankan, menjaga, membela, dan terus memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia, cita-cita Negara Proklamasi.

Sampai Kapan Cuaca Panas Menyengat Tembus 37 Derajat? Ini Wilayahnya Selain Semarang.Baca Juga: Sampai Kapan Cuaca Panas Menyengat Tembus 37 Derajat? Ini Wilayahnya Selain Semarang

 

Presiden Prabowo Subianto pada suatu kesempatan mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu diproklamasikan di Jakarta dan ujian pertama terjadi di Surabaya, yaitu dengan Perang Surabaya menghadapi Sekutu yang membawa NICA datang untuk menjajah kembali di Indonesia ini. 

Dan bisa dikatakan yang mengerjakan ujiannya itu adalah santri. 

Puncak acara akan diisi dengan pembacaan ikrar Hari Santri bersama.

Ikrar ini merupakan wujud komitmen para santri Indonesia dalam menjaga serta mempertahankan ideologi bangsa.

PNS yang Baru Dilantik Apakah Ikut Kategori Kenaikan Gaji ASN Dalam Perpres 79 Tahun 2025?

 

Ikrar Hari Santri dibaca serentak oleh peserta upacara atau apel pagi yang memperingati hari tersebut.

Sebelum membaca isi ikrar, peserta diajak untuk mengucapkan basmalah dan dua kalimat syahadat terlebih dulu.

Setelah itu, pembacaan ikrar Hari Santri dimulai.

Di dalamnya terdapat lima poin penting yang harus diketahui dan dipahami oleh para santri dan umat Islam secara menyeluruh. 

Bberikut bunyi ikrar Hari Santri:

بسم الله الرحمن الرحيم

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ

 

Kami santri NKRI Berikrar:

1. Berpegangn teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia; berideologi negara satu, ideologi Pancasila; Berkonstitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhinneka Tunggal Ika.

3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudan perdamaian dunia.

 

 

4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia.

5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,

Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang didasari semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

 

Makna Ikrar Hari Santri

Sesuai namanya, ikrar Hari Santri bisa dimaknai sebagai janji atau komitmen yang berisi tekad para santri dalam menjalankan kewajiban sebagai pelajar agama dan penerus tradisi Islam.

Bukan cuma ikrar yang dianggap formalitas, ikrar Hari Santri memiliki makna mendalan tentang tanggung jawab dan dedikasi seorang santri terhadap ilmu, agama, dan bangsa.

 

Di dalam ikrar, terdapat tiga hal utama yang bisa didapat, yaitu:

1. Ketaatan kepada guru

2. Komitmen terhadap ilmu

3. Kesetiaan kepada agama dan bangsa.

Ketika membaca ikrar ini, para santri kembali diingatkan agar menjadi pencari ilmu yang teladan.

Santri harus bisa menghormati guru, mengamalkan ilmu yang diperoleh, serta mengabdikan diri kepada masyarakat.

 

Para santri juga diajak untuk menuntut ilmu demi kemajuan agama dan bangsa.

Sehingga, timbul rasa tanggung jawab yang besar pada diri santri.

Tidak hanya dalam menjaga moralitas dan etika, tapi juga dalam memperkuat persatuan dan kesatuan.

Logo Hari Santri 2025
Logo Hari Santri 2025

Maka dari itu, jika diperhatikan, isi ikrar bukan cuma tentang komitmen menuntut ilmu.

Komitmen membela negara dan menjaga ideologi bangsa pun menjadi tugas penting yang diemban oleh para santri. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pembangunan nasional Indonesia #bunyi ikrar Hari Santri #tagline Hari Santri Nasional 2025 #Perang Sabil #Tazkiyatun nafs di Ramadan #Resolusi Jihad yang difatwakan KH Hasyim Asyari #Santri adalah kebanggaan #Mengawal Indonesia Merdeka #umat islam #resolusi jihad nu #resolusi jihad 22 oktober 45 di surabaya #HARI SANTRI #Kemerdekaan Republik Indonesia #Negara Kesatuan Republik Indonesia #Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama #tagline Hari Santri Nasional #22 Oktober #pembangunan nasional #Makna Ikrar Hari Santri #ikrar Hari Santri #Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Maju #Hari Santri 2025 #tradisi Islam Indonesia #santri adalah #bhinneka tunggal ika #tradisi islam #Resolusi Jihad panggilan jiwa #22 oktober hari apa #resolusi jihad #presiden prabowo subianto #Proklamasi Kemerdekaan #tazkiyatun nafs #Lembaga Pendidikan #Nahdlatul Ulama #NAHDLATUL ULAMA (NU) #persatuan dan kesatuan #PANCASILA #demi kemajuan agama dan bangsa #Apel Pagi #Resolusi Jihad KH Hasyim Asy ari