Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Cerminkan Kota Toleransi lewat Lukisan

Agus AP • Senin, 12 Juni 2023 | 16:20 WIB
Dokter Oei Hong Djien saat melihat lukisan di pameran tunggal perupa asal Bali I Made Arya Dwita Dedok, kemarin. (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dokter Oei Hong Djien saat melihat lukisan di pameran tunggal perupa asal Bali I Made Arya Dwita Dedok, kemarin. (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Magelang – Memperkuat peran Kota Magelang sebagai kota toleransi, seniman Magelang yang berasal dari Bali, I Made Arya Dwita Dedok menggelar pameran seni lukis tunggal di Gedung Loka Budaya Kota Magelang.

Pameran bertema On Multikulturalisme ini diprakarsai oleh Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) bekerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain Dedok Bali Artstudio dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang.

Sebanyak 17 karya lukisan dengan berbagai ukuran nampak terpanjang dengan rapi di setiap sudut dinding Gedung Loka Budaya. Lukisan yang dipamerkan antara lain berelemen karikatural dan ilustratif. Selain lukisan baru, ada juga lukisan lama milik Dedok bertajuk The Barong Love & Peace yang dibuat pada 2014.

“Dari 17 lukisan ini, memang lukisan barong ini yang paling lama. Di antara 2013-2014,” ujar Dedok kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang saat menemani berkeliling, Minggu (11/6).

Dedok menyampaikan, pameran ini dilaksanakan selama tujuh hari, 10-17 Juni 2023. Ia mengaku, memperoleh berbagai inspirasi untuk karya-karyanya, terutama seni rupa dari nilai-nilai kehidupan masyarakat yang beragam, lingkungan alam, dan perkembangan global.

Sejumlah karya dalam pameran tunggal ke-10 tersebut, antara lain berjudul Falling in Love in Magelang, Badai Pasti Berlalu, Doa dan Harapan, The Barong Love and Peace, Hebat Kamu Dok!, Thudong#1, dan Thudong#2.



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Imam Baihaqi menyambut positif pameran ini, karena seni menjadi kekuatan pemersatu kehidupan masyarakat dengan beragam latar belakang. Sehingga suasana kehidupan yang damai bisa dirasakan bersama oleh masyarakat setempat.

“Apalagi dengan tema on multikulturalisme ini, harapannya dapat memperkuat peran (Kota Magelang) sebagai kota toleransi,” katanya.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Muhammad Nafi mengemukakan, dalam pameran ini juga mengungkapkan bahwa melalui simbol yang beraneka ragam, dapat terlihat keanekaragaman manusia dalam memandang dunia.

“Ini (pameran) seakan-akan juga mengungkapkan sejauh makna simbol-simbol budaya yang mampu berbicara dan menyatakan keberadaannya,” ujarnya.

Sebelum pameran dibuka, pelukis Dedok bersama penari Kota Magelang Lyra de Blauw, dengan diiringi tabuhan musik trunthung para seniman petani kawasan Gunung Merbabu yang tergabung dalam Padepokan Wargo Budoyo Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang melakukan performa seni mengelilingi Alun-Alun Kota Magelang yang lokasinya di depan Gedung Loka Budaya Kota Magelang. (rfk/aro)

 

  Editor : Agus AP
#Gedung Loka Budaya Kota Magelang #On Multikulturalisme #PSMTI #PAMERAN