Pada 24 Januari, anggota PPS akan langsung membentuk petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).
Ketua KPU Basmar Perianto Amron mengungkapkan, anggota PPS yang dilantiknya itu tersebar dari 17 kelurahan. Mereka merupakan orang-orang terseleksi.
Awalnya, KPU menerima 300 pendaftar calon PPS, Hanya 6 orang yang diambil tiap kecamatan. Selanjutnya hanya diambil 3 orang terbaik.
"Akhirnya hanya 51 orang ini yang kami terima," jelas Basmar, usai melantik anggota PPS di Gedung Wanita, Selasa, (24/1).
Anggota PPS ini bertugas membantu KPU dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemilu. Termasuk dalam mengawasi tempat pemungutan suara (TPS). Pemilu nanti, KPU menyediakan 437 TPS dengan daya tampung 300 pemilih untuk tiap TPS.
Jumlah TPS yang paling banyak ada di Magelang Tengah, karena wilayah ini berpenduduk tinggi. Jumlah TPS bertambah 30 dari pemilu sebelumnya.
"Kami ada penambahan jumlah TPS dari tahun 2019 lalu yang hanya 407 TPS dengan daya tampung per TPS untuk 500 pemilih," jelasnya.
Pelantikan PPS dimeriahkan dengan pengenalan maskot Pemilu 2024. Berupa karakter burung jalak bali yang diberi nama Sura (Suara Rakyat) dan Sulu (Suara Pemilu).
Maskot ini diciptakan berpasangan antara laki-laki dan perempuan dengan makna, bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam pemilu. Dilanjut penampilan tarian dan jingle pemilu “Memilih untuk Indonesia”.
Sekda Kota Magelang Joko Budiyono berpesan, anggota PPS harus melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian dan dedikasi, disiplin dan tanggung jawab.
Lalu menguasai, serta mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Diharapkan tidak ada penyalahgunaan dalam bentuk apapun. (mg8/put/lis) Editor : Agus AP