RADARSEMARANG.ID – Siapa yang tak kenal dengan kelezatan getuk? Jajanan tradisional ini tak hanya memanjakan lidah, tetapi menyimpan kisah unik di balik namanya.
Tahukah Anda, nama “getuk” ternyata berasal dari suara khas saat singkong yang sudah dikukus ditumbuk hingga halus, yaitu menghasilkan suara tuk-tuk? Bunyi sederhana ini menjadi inspirasi lahirnya nama yang melekat era pada camilan legendaris ini.
Getuk bukan hanya sekedar jajanan, melainkan juga cemilan kekayaan kuliner Indonesia. Sejak zaman dahulu, getuk telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Berbagai daerah di Indonesia memiliki versi gethuk dengan cita rasa dan tampilan yang khas. Nah, di Kota Semarang ini, getuk biasa disajikan saat hajatan maupun kerja bakti.
Setidaknya, ada delapan jenis getuk disajikan sebagai sarapan warga yang mengikuti kerja bakti.
Delapan jenis getuk tersebut di antaranya:
1. Getuk Pisang atau kalau orang Jawa biasa menyebutnya dengan kocomoto. Karena bentuknya mirip dengan kacamata yang rasanya manis, potongan pisang berada di tengah adonan.
2. Lupis, bentuknya seperti lemper yang diiris. Memiliki rasa gurih dengan taburan kelapa parut di atasnya.
3. Klepon dengan ciri khas bentuknya yang bulat kenyal dengan isian gula merah. Jika dimakan sensasi lumer didalam mulut.
4. Ada Getuk Ketan Hitam yang terbuat dari ketan hitam kaya akan nutrisi.
5. Getuk Kethek dengan tekstur yang unik. Terbuat dari singkong, bentuknya balok, memiliki rasa yang manis serta pulen
6. Getuk Jongkong memiliki tekstur yang padat
7. Getuk Suwut atau gobet, getuk ini diolah dengan cara diparut menggunakan parutan khusus, kemudian dikukus bersama gula merah, rasanya manis dan lembut.
8. Getuk Cenil, gethuk ini memiliki tekstur yang kenyal sama seperti kelepon. Namun keunikan Cenil ini biasanya dibuat dengan berbagai macam warna.
Untuk menambah cita rasa getuk, biasanya gethuk-gethuk disajikan dengan tambahan toping kelapa parut dan gula merah yang dicairkan.
Masing-masing jenis gethuk memiliki penggemarnya tersendiri.
Popularitas getuk tidak pernah luntur seiring berjalannya waktu. Karena beberapa faktor yang membuat getuk tetap digemari.
Yakni, rasa yang nikmat, tekstur yang beragam, harga terjangkau dan ada nilai historisnya, yang dimana sebagai warisan kuliner dan menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
Dalam era modern seperti sekarang, penting bagi kita untuk terus melestarikan dan mengenalkannya kepada generasi muda. (mg34/mg35/mg36/fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi