RADARSEMARANG.ID - Momen Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Masyarakat kerap memanfaatkan momen ini untuk bereksperimen dalam mengolah daging kurban.
Hal itu karena mengolah daging kurban terutama kambing, bisa menjadi tantangan tersendiri. Karena daging memiliki tekstur yang bisa keras dan bau yang khas.
Baca Juga: Cerita M Yusuf, Penjagal Hewan Kurban Sejak 1972 Asal Bustaman Semarang, Langganan saat Idul Adha
Masyarakat tidak perlu khawatir. Executive Chef Hotel Novotel and Ibis Budget Semarang, Wahidin, membagikan tips memasak daging kambing agar hasilnya empuk, lezat, dan tidak berbau prengus.
"Jadi sebelum diolah, daging kurban kambing atau sapi itu direbus atau di blanching," terang Chef Wahidin saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (15/6).
Kemudian, ditambah sedikit rempah. Seperti jahe, sereh, daun salam, hingga bawang putih. Hal ini untuk mengurangi aroma prengus pada daging.
"Yang paling penting masaknya harus pakai rempah yang kenceng dan berani. Ini berlaku untuk daging kambing maupun sapi," jelasnya.
Proses blanching penting dilakukan agar daging kurban tidak bau prengus. Dalam perebusan dengan metode ini, daging kambing bisa dimasukkan ke air mendidih yang sudah dicampur dengan bumbu rempah. Prosesnya tidak terlalu lama. Hanya 2 menit saja.
"Proses ini untuk menghilangkan kotoran juga darah di daging. Air rebusan itu tidak boleh digunakan lagi. Harus dibuang," terang Executive Chef di Citrus bar and restaurant Novotel.
Wahidin mengatakan, melalui proses perebusan daging bisa bertahan lama tergantung penyimpanannya. Kemudian, daging bisa diolah berbagai macam masakan sesuai selera masyarakat.
Chef Wahidin juga memberikan rekomendasi terkait pengolahan daging. Biasanya, masyarakat kerap memasak daging kurban untuk dibuat sate. Itu karena lebih mudah dilakukan dan tidak terlalu repot.
Dalam hal ini, Chef Wahidin membagikan tips untuk memasak daging kurban menjadi Kari Kambing dan Roti Jala.
Masakan ini biasanya menggunakan bumbu kuning dan bumbu kari. Masyarakat juga bisa menggunakan bumbu kemasan. Menu masakan kari juga identik dengan aroma jintan, ketumbar, dan pala.
"Kemudian ada bumbu wajib seperti bawang putih dan bawang merah. Tapi masyarakat bisa mengolah daging kurban sesuai seleranya," tuturnya.
Menu olahan daging lebih cocok dengan minuman jus buah. Hal itu untuk menetralkan protein tinggi hewani di dalam tubuh.
Menu olahan daging juga cocok disandingkan dengan Bosque cheesecake with milk tea maupun Bosque cheesecake with salted marshmallow. "Itu merupakan menu yang cocok untuk pencuci mulut," tambahnya. (dev/fth)
Editor : Baskoro Septiadi