Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lestarikan Permainan Tradisional, Komunitas Hompimpa Semarang Berharap Bisa Gelar Festival Dolanan

Agus AP
Penulis: Agus AP❯
Salah satu kegiatan Komunitas Hompimpa Semarang. (Istimewa)
Salah satu kegiatan Komunitas Hompimpa Semarang. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID - Semarang punya Komunitas Hompimpa yang getol mengkampanyekan permainan-pemainan tradisional. Komunitas Hompimpa didirikan oleh  Ahmad Misbahul Munir dan rekan-rekannya pada tahun 2016.

Cikal bakal komunitas ini bermula dari munculnya keresahan Munir dan rekannya terhadap kebanyakan generasi sekarang yang tidak mengenal permainan tradisional dan lebih cenderung untuk bermain game di gadget.

Oleh karena itu, Munir dan rekan-rekannya menjalin kerjasama dengan founder komunitas Hompimpa di Tangerang dan mendirikan cabang di Semarang.

Komunitas ini mempunyai basecamp yang biasa digunakan untuk berkumpul para anggota dan berlokasi di belakang kampus UNNES. Adapun komunitas ini juga mengoleksi beberapa alat permainan tradisional seperti egrang, dakon, dam, gasing dan lain-lain.

Alat-alat tersebut adalah hasil dari buah tangan mereka sendiri. Akan tetapi, ada juga alat yang tidak bisa mereka buat seperti gasing yang mereka beli di toko kerajinan Jogja. Sebagian alat juga didapat dari sumbangan.

Kegiatan dalam komunitas hompimpa biasanya mengadakan event dua minggu sekali, semacam sosialisasi dan pameran. Dari event-event yang mereka adakan, antusias anak-anak untuk mengenal permainan tradisional mulai bermunculan.

Lagi-lagi karena dampak covid, event tersebut sudah lama tidak berjalan dan mandek ditengah jalan. Selain itu, banyak pengurus komunitas yang sudah lulus dan pulang ke kampung halaman. "Rencananya kita akan membuka oprec (open recruitment) dan mulai membuka event lagi," ujar Munir kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tujuan utama dari komunitas Hompimpa adalah untuk melestarikan budaya permainan tradisional. Progres yang belum mereka capai ialah mengadakan festival dolanan dengan konsep yang mereka bangun sendiri.

"Dulu pernah ada festival dolanan yang diadakan USM dan kita diundang sebagai pembicara dan juga membuka stan permainan tradisional, tapi untuk menyelenggarakan eventnya sendiri belum kesampaian," Jelasnya.

Saat ini komunitas Hompimpa sudah mulai mengadakan event lagi. Menjelang hari kemerdekaan Komunitas Hompimpa dipercaya untuk mengadakan lomba 17-an di lapangan Banaran. (mg12/mg14/bas)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hari Anak, Saatnya Hadir, Mendengar dan Bermain Bersama Anak

Hari Anak, Saatnya Hadir, Mendengar dan Bermain Bersama Anak

Peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli semestinya tidak berhenti pada seremoni. Lomba mewarnai, panggung hiburan, hingga pembagian hadiah memang menyenangkan, tapi ada yang luput dari orang tua yakni mendengar anak

Di Balik Gelak Tawa Permainan Tradisional, Ada Pengasuhan yang Menguatkan Anak

Di Balik Gelak Tawa Permainan Tradisional, Ada Pengasuhan yang Menguatkan Anak

Puluhan anak tampak antusias mencoba berbagai permainan tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 bertajuk “Main Bareng, Tumbuh Bareng”.

Bermain Bersama, Cara Sederhana Dukung Tumbuh Kembang Anak

Bermain Bersama, Cara Sederhana Dukung Tumbuh Kembang Anak

Bermain bersama anak bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengasuhan dan proses tumbuh kembang anak usia dini. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Anak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer