
RADARSEMARANG.ID - Bermain bersama anak bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengasuhan dan proses tumbuh kembang anak usia dini. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar di Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Selasa (21/7) lalu.
Mengusung tema “Main Bareng, Tumbuh Bareng”, kegiatan yang diinisiasi Tanoto Foundation bersama Forum Anak Kota Semarang tersebut menghadirkan sesi penguatan pengasuhan bagi orang tua serta praktik permainan tradisional bersama anak.
Regional Lead Tanoto Foundation, Anang Ainur Roziqin, mengatakan bahwa tumbuh kembang anak perlu didukung secara menyeluruh melalui kesehatan yang baik, gizi yang memadai, keamanan dan keselamatan, pengasuhan responsif, serta kesempatan belajar sejak dini.
“Salah satu praktik sederhana yang dapat dilakukan orang tua setiap hari adalah bermain bersama. Kegiatan ini membuka ruang bagi anak untuk belajar sekaligus memperoleh perhatian, respons yang hangat, dan kedekatan emosional dari orang tua,” tuturnya.
Kegiatan diawali dengan sesi berbagi bagi para orang tua bersama Founder Golden Age Academy, Nunik Aisya. Dalam sesi tersebut, orang tua mendapatkan edukasi mengenai pentingnya bermain sebagai bagian dari pengasuhan dan stimulasi anak usia dini.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik permainan tradisional. Anak-anak tampak antusias memainkan beragam permainan bersama orang tua dan Forum Anak Kota Semarang. Tawa mereka pecah saat mencoba egrang batok, lompat tali, dakon, hingga marakas.
Fasilitator kegiatan, Wiwik Candra Wulandari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar orang tua menjadi pelaku utama saat bermain bersama anak. Pendamping hanya memberikan arahan agar aktivitas serupa dapat diterapkan di rumah. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15 anak berusia 24 hingga 36 bulan yang tergabung dalam Kelas Bintang Terang Rumah Anak SIGAP Bandarharjo.
“Setelah kita memberikan pengarahan kepada ibu-ibunya, baru kita praktik bersama anak-anaknya. Saat praktik pun bukan kita yang langsung terjun, melainkan orang tua. Kita hanya mendampingi,” ujarnya.
Menurut Wiwik, konsep tersebut diterapkan agar orang tua dapat melanjutkan stimulasi yang sama di rumah. Keterlibatan orang tua dinilai memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




