Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gapai Hidup yang Lebih Sehat dengan Stop Konsumsi Gula, Simak Tips dan Caranya!

Magang Radar Semarang • Sabtu, 7 September 2024 | 19:04 WIB
Ilustrasi Campaign Kurangi Gula
Ilustrasi Campaign Kurangi Gula

RADARSEMARANG.ID, LEBIH baik mencegah daripada mengobati. Itulah pepatah yang sering kita dengar.

Menjaga kesehatan adalah hal yang sangat perlu diperhatikan. Mencegah penyakit sebelum datang menyerang tubuh tentunya lebih baik daripada mengobatinya.

Penyakit yang datang ke tubuh dapat berasal dari mana saja termasuk apa yang kita konsumsi. Terutama makanan manis yang mengandung gula yang tinggi.

Gula tidak hanya terkandung di makanan dan minuman manis, namun juga terdapat di berbagai jenis makanan olahan. Termasuk di makanan yang sering kita konsumsi.

Meskipun gula adalah salah satu komponen yang penting bagi tubuh untuk diolah menjadi energi, mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh kita.

Artikel ini akan membahas tips dan cara-cara untuk mengurangi konsumsi gula agar kita dapat hidup dengan lebih sehat.

Mengenal Gula

1. Glukosa

Jenis gula yang satu ini berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh manusia.

Glukosa dapat ditemukan di sayuran, buah-buahan, produk olahan susu, dan roti.

2. Fruktosa

Fruktosa dapat di temukan di dalam buah-buahan dan madu.

Jenis gula satu ini dapat meningkatkan rasa lapar dan hasrat akan mengonsumsi makanan maupun minuman manis.

3. Galaktosa

Tipe gula yang satu ini seringkali terkandung pada produk olahan susu seperti yoghurt, keju, mentega, dan sebagainya.

Kandungan gula pada galaktosa cenderung lebih rendah dari glukosa.

4. Laktosa

Laktosa juga merupakan jenis gula alami yang terkandung di produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan es krim.

Tipe gula ini juga terkandung di ASI (Air Susu Ibu), dan susu mamalia lain seperti susu kambing dan susu sapi.

5. Maltosa

Maltosa adalah disakarida (gula sederhana) yang terbentuk dari dua molekul glukosa.

Maltosa juga biasa dikenal dengan gula malt yang sering ditemukan terkandung di dalam gandum, biji-bijian, sereal, pasta, dan lainnya.

6. Sukrosa

Sukrosa sering dikenal dengan sebutan gula pasir. Ini adalah jenis gula alami yang juga terkandung di dalam buah-buahan dan sayuran.

Sukrosa terbentuk dari dua molekul gula yaitu fruktosa dan glukosa.

Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kadar gula yang aman dikonsumsi oleh tubuh manusia per harinya adalah sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan.

Meskipun dibatasi dalam jumlah tertentu, menambahkan takaran gula dalam bumbu diperbolehkan asal tidak terlalu berlebihan.

Tips dan Cara Mengurangi Konsumsi Gula

1. Biasakan Membaca Label Makanan

Label ‘gula total’ mencantumkan jumlah keseluruhan gula yang terkandung dalam suatu produk.

Gula total mencakup gula alami yang terkandung maupun yang ditambahkan dalam satu produk tersebut.

Gula tambahan dapat mencakup glukosa, sukrosa, laktosa, maltosa, dan sukrosa.

Gula tambahan dapat termasuk dalam jumlah gram gula total jika terdapat kata ‘termasuk’ sebelum gula tambahan.

2. Batasi Minuman Manis

Minuman dalam kemasan cenderung mengandung kadar gula yang tinggi. Anda dapat mengganti pilihan ke air beraroma (air yang diberi irisan buah segar), madu, kombucha dan sebagainya.

3. Memilih Cemilan Sehat

Kurangi mengkonsumsi camilan tinggi gula dan gantilah dengan cemilan yang lebih mengandung nutrisi seperti buah-buahan, kacang-kacangan, plain yoghurt, dan lain-lain.

4. Memasak daripada Membeli

Dengan memasak makanan yang akan kita konsumsi, kita dapat mengatur jumlah takaran gula yang digunakan.

5. Ganti Pemanis

Ganti pemanis yang anda gunakan dengan alternatif yang lebih sehat.

Anda dapat menggantinya dengan madu, stevia, gula aren, gula kelapa, dan sirup maple.

6. Kurangi Makanan Cepat Saji

Mengurangi mengkonsumsi makanan cepat saji dapat menjadi salah satu tips untuk menjaga kadar gula agar tetap normal.

Hal ini dikarenakan makanan cepat saji mengandung karbohidrat yang tinggi

Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi maka semakin tinggi pula gula darah dalam tubuh kita.

Hal ini berpotensi untuk meningkatkan resiko diabetes, obesitas, hipertensi, dan mempengaruhi kesehatan gigi.

Mengurangi konsumsi gula dapat menjaga agar kadar gula dalam tubuh kita tetap stabil.

Diiringi dengan rutin berolahraga dan memperhatikan apa yang kita konsumsi juga dapat membantu untuk menjaga agar berat badan kita tetap ideal.

Tidak hanya itu, dalam jangka panjang, dengan mengurangi konsumsi gula kita dapat terhindar dari berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit hati, dan diabetes.

Mulai dari sekarang, coba perhatikan label nutrisi makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Pilihlah produk dengan kadar gula yang rendah atau anda dapat mengganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula.

Ajak keluarga dan orang-orang sekitar anda untuk ikut serta dalam aksi mengurangi gula.

Bersama, mari kita ciptakan lingkungan dengan gaya hidup yang lebih sehat. (mg10)

Editor : Tasropi
#diabetes #kadar gula #kesehatan #cemilan sehat #gula #makanan manis #konsumsi gula #gula darah #kurangi gula #gula berlebihan