RADARSEMARANG.ID, Kendal — Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal sejak Selasa (10/2/2026) malam hingga Rabu (11/2/2026) pagi.
Ribuan warga terdampak banjir, longsor, dan pohon tumbang hingga mengakibatkan sejumlah akses sempat terganggu.
Berdasarkan SITREP BPBD Kendal, banjir terjadi di empat kecamatan yakni Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Brangsong, sementara satu kejadian tanah longsor tercatat di Kecamatan Singorojo, dengan kondisi umum kini mulai berangsur surut.
Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan situasi terkini relatif terkendali meski kewaspadaan tetap ditingkatkan.
“Secara umum air sudah surut di sebagian besar titik, namun personel tetap siaga karena potensi hujan masih ada,” kata Iwan.
Di Kecamatan Boja, banjir merendam Perumahan Permata Campurejo di Desa Campurejo dengan dampak sekitar 15 KK serta Perumahan Bancar Cluster Desa Tampingan yang terdampak sekitar 180 KK, sementara genangan di Dusun Pilang, Desa Boja, telah surut sepenuhnya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan seluruh wilayah terdampak di Boja kini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
“Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa, dan warga sudah bisa kembali beraktivitas,” ujar Iwan.
Banjir juga melanda Kecamatan Kaliwungu Selatan, tepatnya di Desa Kedungsuren dengan ketinggian air 10–20 sentimeter yang berdampak pada sekitar 25 rumah serta Dusun Pongangan, Desa Darupono, dengan kondisi genangan serupa.
Di wilayah tersebut, air dilaporkan sudah mulai surut dan tidak memerlukan evakuasi warga, namun pemantauan tetap dilakukan secara berkala.
“Kami fokuskan pemantauan di daerah hilir dan permukiman padat untuk mengantisipasi luapan susulan,” jelas Iwan.
Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Ngampel, khususnya Desa Rejosari yang mencatat sekitar 1.700 jiwa atau 600 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter.
Selain Rejosari, banjir juga menggenangi Desa Ngampel Kulon dengan dampak sekitar 450 KK atau 350 rumah, Desa Ngampel Wetan dengan dampak 160 KK atau 130 rumah, serta Desa Sudipayung dengan genangan ringan 10–20 sentimeter.
“Kecamatan Ngampel memang menjadi perhatian utama karena jumlah warga terdampak cukup besar,” tegas Iwan.
Sementara itu di Kecamatan Brangsong, banjir tercatat melanda Desa Tunggulsari dengan ketinggian air 30–50 sentimeter serta Desa Kertomulyo dengan ketinggian 10–50 sentimeter, dan saat ini keduanya dilaporkan mulai berangsur surut.
BPBD memastikan logistik dan kesiapsiagaan tetap disiapkan jika terjadi peningkatan debit air secara mendadak.
“Kami tidak ingin lengah, semua skenario terburuk tetap kami siapkan,” kata Iwan.
Selain banjir, tanah longsor terjadi di Jalan Boja–Kaliwungu, Dusun Sepetek, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, yang menutup sebagian badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas hanya dapat dilalui satu lajur kendaraan kecil.
Penanganan longsor dijadwalkan dilakukan Rabu, 11 Februari 2026 oleh BPBD bersama DPUPR menggunakan alat berat karena kondisi tidak memungkinkan ditangani secara manual.
“Penanganan akan dilakukan dengan alat berat demi keamanan dan percepatan normalisasi jalan,” tandas Iwan.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kendal melibatkan Damkar, TNI, Polri, PMI, serta FRPB Kabupaten Kendal untuk memastikan respon cepat dan keselamatan warga tetap terjaga. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi