Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Tumbuhkan Cinta Budaya, SD IT Robbani Kendal Ajarkan Siswa Membatik

Agus AP • Minggu, 22 Januari 2023 | 16:34 WIB
Siswa SD IT Robbani Kendal antusias mengikuti ekstrakurikuler membatik. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Siswa SD IT Robbani Kendal antusias mengikuti ekstrakurikuler membatik. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Kendal - Puluhan siswa-siswi SD IT Robbani Kendal mengikuti ekstrakurikuler membatik. Kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan cinta budaya dan mengembangkan bakat siswa.

Sebanyak 38 siswa dari kelas 2 sampai kelas 5, antusias mengikuti ekstrakurikuler membatik. Ada yang mencanting, mewarnai kain, hingga membuat pola dengan teknik jumputan. Para siswa dengan riang mengikuti setiap instruksi dari pelatih.

Waka Kesiswaan SD IT Robbani Kendal Emiyati menjelaskan, tahun ini ekstrakurikuler membatik kembali menggeliat. Itu dilakukan untuk mengembangkan bakat dan menumbuhkan cinta terhadap warisan budaya.

"Ekstra membatik ini sudah lama. Tapi di semester ini antusias siswa untuk ikut membatik cukup tinggi," ungkapnya.

Emiyati melanjutkan, selain ekstrakurikuler membatik, ada beberapa kegiatan lainnya untuk pengembangan bakat siswa. Seperti pencak silat, taekwondo, art, rebana, tari, dan lainnya.

"Kalau ekstrakurikuler memang diikuti siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Dan membatik ini berbeda dari sekolah lainnya," katanya.



Sementara itu, Zumrotun, perajin Wardhani Batik menjelaskan, ada beberapa teknik untuk memunculkan motif di kain batik. Kendati begitu, dalam ekstrakurikuler membatik di SD IT Robbani Kendal, pihaknya mengajarkan teknik jumputan kepada siswa. Lantaran, itu lebih mudah serta kain dapat langsung diwarnai.

"Teknik jumputan itu ada dua jenis. Yakni dilipat dan pakai kelereng. Kali ini, siswa pakai teknik dilipat kemudian dikaretin ujungnya lalu diwarnai. Nanti muncul motif kotak-kotak begitu," jelasnya usai memberikan pelatihan membatik.

Kendati begitu, proses pengerjaan kain batik menggunakan teknik jumputan perlu konsentrasi tinggi. Pasalnya, jika salah melipat kain bakal mempengaruhi motif batik yang muncul.

"Harus telaten. Paling tidak jangan salah melipat kainnya," ujarnya.

Salah satu siswa kelas 4, Lucky Wijaya mengaku senang mengikuti ekstrakurikuler membatik ini. Dia juga sudah beberapa kali membuat kain batik. Meski begitu, dia juga kesulitan saat melipat kain. Lantaran harus benar-benar rapi.

"Ya bisa dibilang mudah bisa dibilang sulit. Mudahnya pas pewarnaan kain. Sulitnya pas melipat kain," bebernya. (dev/web/bas) Editor : Agus AP
#SD IT Robbani Kendal