Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Produksi Ikan Teri Nasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Agus AP • Kamis, 19 Januari 2023 | 17:32 WIB
Sejumlah pejabat Polres Salatiga dimutasi dalam upacara di Lapangan Bhayangkara. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
Sejumlah pejabat Polres Salatiga dimutasi dalam upacara di Lapangan Bhayangkara. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Kendal - Cuaca ekstrem pantai utara jawa (pantura) beberapa pekan ini mengakibatkan nelayan tak melaut. Hal itu berpengaruh pada menurunnya pasokan ikan.

Terutama pasokan ikan teri nasi di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kendal. Seperti TPI Gempolsewu Kecamatan Rowosari, TPI Tanggul Malang, Kecamatan Cepiring, dan TPI Bandengan, Kelurahan Kota Kendal.

Suheri, pengepul ikan teri nasi di TPi Bandengan mengatakan, selama musim hujan produksi ikan teri nasi kering rata-rata hanya 1 sampai 2 kuintal per hari. Padahal pada cuaca normal, produksi bisa mencapai 1 ton lebih.

"Turun drastis, paling satu kuintal, dua kuintal.  Penyebabnya cuaca tidak memungkinkan bagi nelayan dengan perahu kecil untuk melaut,” katanya.

Turunnya produksi menjadikan para pekerja pengolah ikan teri nasi harus libur. “Saat ini hanya ada 5 pekerja. Padahal biasanya perhari lebih dari 20 orang pekerja,” tuturnya.

Meski stok produksi ikan teri nasi menurun, namun harga jual masih stabil. Yakni berkisar 40-45 ribu per kilogram.

Hal senada dikatakan Ngatemo, perajin ikan asin di TPI Tanggul Malang. Ia mengaku tidak dapat berproduksi karena cuaca ekstrim mengakibatkan penurunan produksi ikan dan kegagalan dalam produksi akibat hujan lebat dan banjir. “Dua pekan lebih tidak produksi," akunya. (bud/fth) Editor : Agus AP
#Kecamatan Cepiring #TPI Tanggul Malang #TPI Gempolsewu Kecamatan Rowosari #Kelurahan Kota Kendal #pantura #Tempat Pelelangan Ikan #dan TPI Bandengan