Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Dinas ESDM Jateng Targetkan Bauran EBT Jateng Naik 14,85 Persen

Agus AP • Jumat, 14 Januari 2022 | 17:43 WIB
Sujarwanto Dwiatmoko. (TITIS ANIS FAUZIYAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sujarwanto Dwiatmoko. (TITIS ANIS FAUZIYAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) meningkat hingga 14,85 persen pada tahun 2022 ini. Sedangkan tahun 2021 lalu, bauran EBT juga melebihi target pada angka 13,38 persen.

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, Jateng memiliki potensi energi lokal yang sangat kaya. Keragaman letak geografis juga mempengaruhi banyaknya potensi sumber energi bersih dan terbarukan yang ada.

“Kami selalu punya target kerja. Sampai 2025 nanti kami rancang bauran EBT Jateng 21,32 persen,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kantornya.

Mulai dari memanfaatkan energi air, angin, panas bumi, hingga matahari. Untuk panas bumi, potensi paling banyak ditemukan di kawasan Dieng. Hingga sekarang sudah menghasilkan 75 megawat. Sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya sudah mulai dipasang di instansi pemerintahan, industri, dan perumahan.

Dengan menambahkan target bauran energi, warga Jateng bisa mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti batu bara. Diakuinya, perjalanan untuk bisa meninggalkan batu bara masih panjang. Namun usaha harus dimulai bersama-sama dari sekarang.

PLTS Atap tahun ini juga menargetkan pelaku UKM dan pondok pesantren. Saat ini pihaknya tengah melakukan survei lapangan. Mulai mengecek kekuatan atap, pemasangan, potensi listrik yang dihasilkan, hingga tender. “Sejauh ini sudah ada 339 unit PLTS Atap on grid yang terpasang dengan 12 megawat,” imbuhnya.

Lebih jauh, pihaknya menargetkan kedaulatan energi di Jateng. Sehingga program desa mandiri energi akan semakin digalakkan. Dengan menjadi desa yang mandiri energi masyarakat lebih berdaulat. Kesejahteraan dan kualitas hidup tak bergantung pada orang luar. “Bisa disebut desa mandiri energi itu kalau 60 persen dari kebutuhan energi warga disuplai dari potensi energi di desanya sendiri,” tutupnya. (taf/ida) Editor : Agus AP
#Dinas ESDM Jateng #Kepala Dinas ESDM Jateng #Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral #ESDM