“Lukanya cukup parah. Robek di bagian punggung dan lengan kanan terkena sabetan senjata tajam," kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara Iptu Yohanes Agus Sartono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (26/3).
Meski demikian, Agus belum bersedia membeberkan identitas kedua korban. "Tawuran melibatkan siswa SMK 5 dan SMK 10. Juga siswa SMK Palapa. Kalau yang luka bacok itu siswa SMK 5. Keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Menurut Agus, siswa yang terlibat tawuran mencapai puluhan orang. Mereka ada yang membawa senjata tajam. "Jumlahnya sekitar 30 orang. Ada siswa kelas 2 dan kelas 3. Ada juga yang sudah lulus (alumni). Siswa SMK Palapa gabung dengan SMK 5," bebernya.
Aksi mereka bubar setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi. Namun tidak ada pelajar yang diamankan, lantaran sudah kabur duluan. Polisi hanya mengamankan sebilah senjata tajam yang diduga dibuang para siswa.
"Barang bukti celurit kita amankan di TKP. Kita sudah cek di TKP. Untuk CCTV, ternyata tidak ada di lokasi," terangnya.
Meski demikian, aparat Polsek Semarang Utara masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Menurut informasi awal, tawuran ini diduga dipicu saling dendam antara siswa SMK 5 dengan SMK 10. Mereka sudah saling menantang melalui WhatsApp.
"Perkiraan kami dipicu dendam. Sudah permusuhan lama, akumulasi dulu. Nyatanya melibatkan alumni juga. Alumni ini meninggalkan warisan. Dua sekolah itu diduga sudah mempunyai permasalahan dari dulu. Mereka mencari jati diri, seolah-olah sekolahnya yang paling top," katanya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Semarang Barat dan Semarang Timur, lokasi SMK 5 dan SMK 10 yang terlibat aksi tawuran. Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan. (mha/aro) Editor : Agus AP