Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

KMJ Saikel Klub Pekalongan, Gowes Pelan, Jajan Kemudian

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 28 Desember 2025 | 14:45 WIB

GOWES: KMJ Saikel Klub, komunitas sepeda Pekalongan yang tidak mengejar kebugaran, melainkan untuk jajan.
GOWES: KMJ Saikel Klub, komunitas sepeda Pekalongan yang tidak mengejar kebugaran, melainkan untuk jajan.

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Bagi sebagian orang, bersepeda (gowes) adalah soal mengejar kebugaran. Tapi bagi KMJ Saikel Klub Pekalongan, bersepeda hanya untuk sekadar berkeringat, tertawa bersama, lalu jajan (kulineran). Soal sehat maupun bugar, mereka anggap itu bonus.

Minggu (21/12/2025) sore itu, KMJ Saikel Klub berkumpul di halaman sebuah minimarket wilayah Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Tidak ada seragam, tidak ada pula komando resmi. Begitu datang, saling sapa, lalu mereka berangkat.

Jawa Pos Radar Semarang berkesempatan ikut dalam rombongan. Mendapat pinjaman sepeda dari Riziq, salah satu anggota yang ikut membidani lahirnya KMJ.

Baca Juga: Sosok Valen Juara 2 Dangdut Academy 7 dari Keluarga Sederhana, Ini Profilnya dan Hadiah yang Didapatkan

Rombongan bergerak ke arah utara. Menuju sebuah coffee shop di wilayah Kraton, Kota Pekalongan.

Di sepanjang perjalanan, tidak ada yang berusaha adu cepat. Semuanya mengayuh dengan santai sambil mengobrol dan saling melempar guyonan.

Sesekali ada yang tertawa lepas karena lelucon kawannya. Tampak sangat kental keakraban mereka, menandakan komunitas ini memang guyub.

Salutnya, kesantaian itu tak lantas membuat mereka serampangan di jalanan.

Baca Juga: TPG TW 4, TPG 100 Persen, TPG THR dan Gaji ke 13 Daerah yang Sudah Pencairan

Mereka menaati lampu lalu lintas. Selalu berhenti ketika lampu merah, tidak memotong atau memakan jalan pengendara lain, dan tidak ada yang iseng naik ke jalan pedestrian.

KMJ secara resmi baru lahir tahun 2025 ini. Namun embrionya sudah ada sejak tahun 2023.

Berawal dari tiga orang yakni Reza, Ilham, dan Riziq. Awalnya, tiga orang ini hanya sepedaan biasa untuk mengisi waktu.

Terus berlanjut sampai mereka sepakat mendirikan KMJ Saikel Klub yang kini sudah menggaet total 25 orang anggota, semuanya masih muda dan lajang. 

Kata Reza, kebanyakan anggota sudah saling kenal. Sebelum ada KMJ, mereka sudah kerap bertemu dan nongkrong.

"Tapi kalau ketemu sekadar nongkrong, rasanya ada yang kurang. Akhirnya dari situ kami mendirikan KMJ," katanya. 

KMJ singkatan dari Kemringet, Mrongos, Jajan atau berkeringat, tertawa, jajan.

Nama itu dicetuskan oleh Ilham. Terkesan nyeleneh dan main-main memang.

Tapi itulah filosofi yang menggambarkan orientasi utuh komunitas ini. Bahwa mereka bersepeda bukan untuk mengejar kebugaran atau adu cepat, tapi murni untuk bersenang-senang dan jajan. 

"Soal sehat atau kebugaran itu bonus," ujar Ilham.

Tak ada struktur organisasi di KMJ. Semua berkedudukan sama dan setara. Keputusan apa pun, termasuk rute gowes, diambil lewat rembugan.

Tak ada pula batasan jenis atau tipe sepeda di KMJ. Semua jenis sepeda boleh bergabung.

"Asal jangan sepeda listrik," kata Riziq. Bukan apa-apa, karena kalau sepeda listrik bergabung, sepeda yang lain akan kerepotan mengejar.

"Malah kasihan nanti di depan sendirian," tambah Riziq sembari tertawa.

KOMUNITAS: KMJ Saikel Klub Pekalongan saat berkumpul di kedai kopi tujuan mereka.
KOMUNITAS: KMJ Saikel Klub Pekalongan saat berkumpul di kedai kopi tujuan mereka.

Tiba di tempat tujuan, keguyuban dan kekompakan KMJ tetap terlihat.

Ada yang menata meja dan kursi agar berdekatan, ada yang mengambil menu, ada yang ambil bagian mencatat pesanan, dan ada yang tetap melempar guyonan mencairkan suasana.

Gowes rutin KMJ dilakukan setiap hari Minggu sore, bukan pagi.

Waktu ini dipilih karena dirasa paling memungkinkan. Sebab semua anggota punya kesibukan masing-masing ketika  pagi.

Soal rute dan tujuan, tidak ambil pusing asal wajib mampir ke tempat kuliner.

Selama ini, KMJ selalu mampir ke banyak tempat kuliner di Pekalongan dan Batang.

Mulai dari kuliner kaki lima hingga yang kios, dari kuliner legendaris hingga yang sedang hangat di kalangan anak-anak muda.

Selain mengeksplor kuliner, KMJ juga terkadang mengunjungi tempat-tempat ikonik dan peninggalan sejarah.

Mereka pernah ke Klenteng Po An Thian Pekalongan dan ke rumah-rumah peninggalan kolonial.

Misi KMJ sederhana, ingin menikmati dan mengakrabi Pekalongan dari lapak-lapak pedagang hingga jalanan dan sudut-sudut tersembunyi. Semua mereka jalani tanpa tergesa-gesa. (nra)

Editor : Baskoro Septiadi
#komunitas #Pekalogan #KMJ #Kabupaten Pekalongan #gowes