Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Nathan Sidi, Lulusan Australia yang Pilih Bisnis FnB, Siapkan Menu Korea Ekspansi ke Jepara

Agus AP • Jumat, 9 Juni 2023 | 17:07 WIB
Nathan Sidi, pemuda asal Salatiga saat masih berada di Australia. (Istimewa)
Nathan Sidi, pemuda asal Salatiga saat masih berada di Australia. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID - Peluang bisnis food and beverage (FnB) di sekitar Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang masih cukup menjanjikan. Ditambah lagi dengan tren kafe atau resto yang memiliki view pemandangan alam yang saat ini digandrungi oleh masyarakat luas. Namun tentunya tidak lepas dengan sajian makanan dan minumannya yang khas.

Peluang bisnis kuliner ini ditangkap oleh salah pemuda asal Salatiga lulusan salah satu universitas di Australia. Natha Sidi, 26, memilih untuk fokus berbisnis di bidang FnB ketimbang memilih bekerja di perusahaan.

"Saat itu juga masih nganggur-nganggur dan masih cari pekerjaan lain. Kemudian pada akhirnya mencoba untuk membuka bisnis FnB dari uang tabungan," katanya.

Pemuda yang mengenyam pendidikan jurusan bisnis ini pernah bekerja part time di beberapa restoran di Australia. Sehingga ia mendapatkan pengalaman dasar bagaimana cara berbisnis di dunia FnB.

"Setidaknya dari kerja part time itu bisa mendapatkan pengalaman dan dasar manajemennya. Dan kebetulan ada salah satu teman yang jadi manajer saat itu dan bisa belajar sedikit dengan dia, " katanya.

Bisnis pertamanya yakni berjualan makanan dengan cita rasa makanan Korea ber konsep street food. Dengan menyewa kedai di pinggir jalan ia mengembangkan bisnisnya tersebut dan peminatnya pun banyak.

"Awalnya ada di daerah deket UKSW dan jalan setengah tahun peminatnya tidak pernah sepi. Akhirnya saya mencoba untuk membuat versi resto dengan brand yang sama, " ungkapnya.

Oppa Jjang dan Sameja yang terletak di Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang merupakan dua resto hasil pengembangan. Dua resto tersebut juga memiliki latar belakang dan khas yang berbeda.



Oppa Jjang merupakan brand bisnis awalnya yang saat ini sudah menjadi langganan para kaum milenial. Dengan menawarkan beberapa makanan dengan sajian cita rasa Korea membuat penasaran pengunjung yang datang.

"Di Oppa Jjang ini pengunjung bisa menikmati makanan dengan resep makanan Korea yang sudah saya ciptakan sendiri dengan berbagai referensi resep aslinya, " ujarnya.

Sedangkan Sameja merupakan resto dengan berbagai masakan Indonesia yang sudah dimodifikasi. Sameja yang terinsipirasi dari makanan Indonesia yang dihidangkan dalam satu meja. Menunya pun beragam mulai dari nasi goreng saikoro, nasi goreng jawa, nasi goreng saikoro beef, mie goreng tek-tek, nasi sate sapi garo, es doger, es dawet solo, dan masih banyak lagi yang bisa dinikmati.

"Untuk resep saya buat sendiri trial and error di rumah. Kalau di sini paling sering dipesan nasi goreng saikoro atau potongan daging sapi kotak-kotak, " jelasnya.

Ke depannya, brand Oppa Jjang miliknya akan melebarkan sayap ekspansi ke beberapa wilayah lain. Salah satunya di Kabupaten Jepara yang saat ini tengah dalam tahap persiapan. "Sengaja saya ambil di kabupaten karena ya persaingannya tidak cukup banyak," tandasnya. (nun/ton) Editor : Agus AP
#Natha Sidi #food and beverage