Ia baru berhasil mendapatkan emas pada 2016-2017. Ia mengetes komponen elektronik IC itu mengandung emas dengan cairan kimia HNO3 dan HCL. “Kalau dites pertama pakai cairan kimia tidak hilang, berarti ada emasnya. Kalau ngetes kedua hilang, berarti tidak ada," jelasnya.
Dikatakan, setiap satu kilogram IC dari komputer dapat menghasilkan 7 - 9 gram emas. Untuk prosesnya, pertama-tama komponen IC dibakar dijadikan 3 ons tembaga batangan mengandung logam mulia dengan blender las selama sekitar 15 - 30 menit.
Setelah itu, lanjut dia, tembaga dicairkan dengan zat asam menggunakan kompor elpiji dengan gelas tahan api. "Endapan di bawah itu emas kotor dengan kadar 6 karat. Sedangkan endapan di air itu perak," katanya.
Proses selanjutnya, endapan itu disaring melalui proses garamisasi sampai air bening. “Air itu dikasih garam, sudah turun kadarnya,” ujarnya.
Nah, kalau berubah kehijau-hijauan berarti emas dan paladium. Kalau air berwarna biru, masih mengandung tembaga. Kalau penuaan emasnya di air, maka tembaganya diendapkan. “Lumpur itu banyak kandungan logam emasnya,” katanya.
Untuk mendapatkan emas 24 karat, maka endapan disaring lagi. "Ya, empat hingga lima kali proses," katanya.
Dalam seminggu, ia bisa menghasilkan tiga gram emas. Per gramnya dijual seharga Rp 925 ribu. “Satu bulan dapat 12 - 15 gram atau senilai Rp 10 juta,” ujarnya.
Emas itu dijual ke sejumlah toko perhiasan di Kota Semarang. Ada juga yang dibuat cincin oleh warga Karang Kimpul RT 1 RW 3 Kelurahan Tambakrejo. "Termasuk dibeli pedagang emas di emperan toko. Itu banyak yang beli ke saya,”ujarnya.
Jawa Pos Radar Semarang bersama Lurah Tambakrejo Sukiswo sempat ditunjukkan emas 24 karat hasil mengolah komponen komputer bekas. “Ini sudah siap dijual,” kata Ipin.
Diakui, kendala dalam pengolahan emas dari komponen IC handphone dan komputer ini adalah belum tersedianya alat smelter. Alat ini untuk menjadikan lumpur dan IC komputer menjadi logam dan tidak lagi menggunakan elpiji. "Kalau pesan smelter di Bandung kapasitas 10 kg, harganya sampai Rp 40 juta. Itu belum termasuk gensetnya," katanya.
Dikatakan, limbah dari pembuatan emas ini jika dikasih soda api akan menjadi pupuk. "Jadi, tidak ada yang terbuang sia-sia," jelasnya.
Saat ini, ia ingin melatih orang untuk mengolah limbah B3 ini menjadi emas. “Limbah B3 ini bisa dijadikan tembaga atau seng. Kalau dicemplungin ke sungai, ikan pasti mati," katanya. (fgr/aro) Editor : Agus AP