RADARSEMARANG.ID- Perayaan 13 Tahun Mata Najwa: Bergerak Bergerak Berdampak, kali ini menampilkan Gadis Kritik (Rina Nose) dengan meracik kritik terbaik.
Penampilan Rina Nose sebagai Gadis Kritik tersebut diunggah pada platform YouTube Mata Najwa pada hari Senin (20/11/2023).
Akhir-akhir ini memang Serial Netflik Gadis Kretek sedang viral di media sosial dengan sosok Dasiyah peracik saos tembakau.
Namun berbeda dalam perayaan 13 Tahun Mata Najwa, Mata Najwa menampilkan Gadis Kritik untuk meracik kritik terbaik.
Ide menarik ini memang sangat segar, dengan Rina Nose (Gadis Kritik) yang lihai dalam impersonate sosok Dasiyah.
Dan dengan menambahkan kritik yang memang sangat mengena serta dibumbui dengan komedi.
“Kaget ya, melihat sosok Dasiyah tapi wajahya tidak memenuhi golden rasio,” ucap Rina awal tampil di panggung.
“Gapapa toh, yang penting vibesnya wanita kurir banget”, lanjut Rina Nose melanjutkan penampilannya di panggung.
Dalam waktu 52 menit saja video yang berjudul “Rina Nose di Panggung 13 Tahun Mata Najwa” sudah ditonton 7.2 rb penonton, dengan jumlah like 225 dan 64 komentar.
Dalam video tersebut Gadis Kritik menyampaikan empat hal yang terpatri dalam hidupnya,
Sambil berkomedi dia menyebutkan bahwa empat hal tersebut tidak ada isinya, sama seperti janji penguasa, kritik awal dari Rina Nose diikuti oleh sorakan penonton.
“Meracik tembakau merupakan sebuah seni, dan rasa tembakau tidak bisa dimanipulasi seperti hukum di negeri ini,” ucap perempuan tersebut.
“Melinting dan memotong tembakau juga terasa asik asal jangan diam-diam memotong anggaran dengan alasan klasik,” kritik Gadis Kritik kembali memeriahkan panggung Mata Najwa.
Gadis Kritik kemudian kembali mengkritik “saya mencium aroma-aroma kekalahan dan kemenangan,” ucapnya.
“Saya juga mencium aroma konflik dan kekecewaan serta kecemasan sama seperti kehidupan sosial kita saat ini terutama di kalangan anak-anak muda,” lanjut perempuan tersebut.
“Kita jadi mudah cemas dan rentan menjadi kacau karena semakin banyak pilihan dan semakin sedikit waktu untuk memilih,” imbuhnya.
“Otak primitif kita nampaknya belum siap dengan perubahan yang begitu cepat, dan sifat-sifat dasar alamiah kita terdampak lecutan kencangnya akselerasi budaya,” kata Gadis Kritik.
Selain itu Gadis Kritik juga menyinggung persoalan tentang maling-maling, seperti maling ayam, maling motor, bahkan maling sandal yang dieksekusi langsung serta digebukin sampai biru-biru.
Namun maling uang rakyat tidak pernah digebukin, bahkan eksekusinya lama dan penuh drama.
Kemudian Rina Nose menyampaikan bahwa ia bermimpi menciptakan kritik terbaik sama seperti Mata Najwa, karena perempuan sering dipandang sebelah mata.
Ia pun bertanya-tanya bahwa mengapa perempuan sering tidak boleh memiliki pendidikan yang tinggi.
Sedangkan laki-laki dituntut harus memiliki pendidikan tinggi, “apa karena laki-laki memang lebih perlu dididik?,” ucap Rina Nose.
Dalam video tersebut Gadis Kritik (Rina Nose) juga menyampaikan tentang kesetaraan gender.
Dimana dia kurang setuju dengan stigma bahwa perempuan tidak mau kalah dalam berdebat.
Kemudian perempuan yang tidak boleh memiliki mimpi tinggi, karena para laki-laki sering merasa insecure jika perempuannya superior.
Hal tersebut menurut dia karena konstruksi sosial, sehingga menyebabkan mimpi-mimpi perempuan semakin sempit dan terbatas.
Editor : Agus AP