Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kilas Balik Ledakan Bom di Hiroshima dan Nagasaki: Mengungkap Dahsyatnya Dampak yang Diberikan

Magang Radar Semarang • Selasa, 6 Agustus 2024 | 20:47 WIB

Ilustrasi peledakan bom dari pesawat
Ilustrasi peledakan bom dari pesawat

RADARSEMARANG.ID - Peristiwa ledakan bom yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang merupakan salah satu peristiwa mengerikan dalam sejarah peperangan dunia. 

Melalui terjadinya peristiwa tersebut, secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi Indonesia menyatakan kemerdekaan setelah bertahun-tahun berada di bawah kepemimpinan para penjajah. 

Amerika Serikat menjatuhkan bom di dua kota tersebut sebagai upaya untuk menghentikan Perang Dunia 2 yang telah berlangsung kala itu. 

Baca Juga: Sejarah dan Stigma Buruk Klub Motor Berawal dari Para Tentara Paska Perang Dunia Kedua

Ledakan bom tersebut berhasil menewaskan puluhan ribu masyarakat Jepang dalam sekejap dan akhirnya memberikan dampak berkepanjangan bagi generasi berikutnya. 

Untuk dapat memahami secara lanjut mengenai peristiwa sejarah tersebut, berikut adalah kilas balik secara singkat. 

Ledakan Bom di Hiroshima 

Ketika Perang Dunia 2 tengah berlangsung, Kota Hiroshima merupakan pusat produksi dan aktivitas militer penting bagi Jepang yang terdiri dari 350.000 orang di dalamnya. 

Baca Juga: Monumen Ketenangan Jiwa, Memoar Kepedihan Perang Dari Sudut Pandang Jepang di Pesisir Semarang

Melihat kondisi kota tersebut, Amerika Serikat sepakat untuk melumpuhkan Jepang dengan menjadikan Kota Hiroshima sebagai lokasi uji coba proyek Manhattan milik mereka, yaitu dengan menjatuhkan bom atom. 

Pada tanggal 6 Agustus 1945, pesawat militer B-29 milik Amerika Serikat telah membawa bom atom yang diberi nama “Little Boy”.

“Little Boy” dijatuhkan dari pesawat dengan menggunakan parasut pada pukul 08.15 pagi hingga akhirnya meledak dengan kekuatan setara 15 kiloton TNT diledakan secara bersamaan. 

Baca Juga: Namanya Ditulis di Rudal Milik Israel, Aktivis Amerika Pro-Palestina: Semoga Salah Sasaran

Ledakan tersebut menimbulkan hampir setengah populasi masyarakat Kota Hiroshima tewas karena terbakar dan terkena efek radiasi yang ditimbulkan serta menghancurkan lima mil persegi luas kota. 

Ledakan Bom di Nagasaki

Pada tanggal 9 Agustus 1945, Amerika kembali merencanakan pengeboman di Jepang. 

Target mereka selanjutnya pada awalnya adalah Kota Kokura, namun karena tertutup awan hitam yang tebal, Amerika memutuskan untuk melancarkan bom di Nagasaki. 

Baca Juga: Densus 88 Geledah Rumah di Sukoharjo, Diduga Terkait Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Nagasaki menjadi target mereka karena merupakan kota yang memiliki pelabuhan besar dan terdapat 4 perusahaan raksasa yang mendukung Jepang dalam Perang Dunia 2.

Akhirnya pada pukul 11.00, bom yang diberi nama “Fat Man” diturunkan di Kota Nagasaki. 

Bom bermuatan plutonium seberat 21 kiloton TNT tersebut berhasil menghancurkan radius 1,6 km dan menewaskan sekitar 80.000 orang Nagasaki. 

Baca Juga: Pemberontakan Prajurit Korea Penjaga Penjara Ambarawa Diambang Kekalahan Jepang

Alasan Amerika Menerjunkan Bom Atom ke Jepang

Dalam upaya untuk memenangkan perang, Jepang melakukan serangan bunuh diri Kamikaze pada Perang Dunia 2.

Hal tersebut memberikan dampak psikologis yang kuat bagi tentara Amerika, sehingga Amerika berpikir perlu untuk memberikan balasan ke Jepang. 

Amerika yang saat itu tengah mengembangkan proyek Manhattan atau proyek pembuatan bom atom, akhirnya memutuskan untuk menguji coba langsung bok buatan mereka ke Jepang. 

Baca Juga: Ketahuan Merokok dan Minum Alkohol, Kapten Senam Jepang Batal Unjuk Gigi di Olimpiade Paris 2024

Banyak ahli sejarah juga yang mengatakan, bahwa serangan bom yang dilakukan Amerika juga sebagai bentuk peringatan bagi Uni Soviet yang ingin masuk lebih jauh dalam perang. 

Dampak Peristiwa Ledakan Bom Hiroshima dan Nagasaki

Hancurnya dua kota penting di Jepang membuat Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945.

Puluhan hingga ratusan ribu masyarakat Jepang menjadi korban peristiwa tersebut. 

Baca Juga: Pensiunan Tentara AS Instruktur Penerbad yang Tewas di Kamar Apartemen punya Riwayat Penyakit Ini

Korban ledakan bom tidak hanya langsung mengalami kematian di tempat, melainkan terdapat beberapa korban yang harus mengalami sakitnya luka bakar di sekujur tubuh mereka. 

Selain itu, dalam radius beberapa kilometer dari lokasi peledakan, banyak masyarakat yang terkena radiasi kronis yang kemudian menimbulkan terjadinya kanker. 

Penelitian yang dilakukan mengatakan bahwa kemungkinan masyarakat yang terkena efek radiasi maupun keracunan hanya mampu bertahan selama 20-30 hari dengan tingkat kematian mencapai 50 persen. 

Baca Juga: Penumpang Wings Air Semarang-Ketapang Diamankan karena Bercanda Bom, Begini Kronologinya

Namun, bagi orang-orang yang dapat bertahan dalam waktu lama, mengalami efek samping dari senyawa kimia yang mereka hirup, yakni menyebabkan penyakit seperti masalah kelenjar tiroid hingga kanker darah. 

Banyak juga terjadi kasus keguguran dan cacat lahir yang kemudian mempengaruhi perkembangan generasi berikutnya. (mg2) 

Editor : Baskoro Septiadi
#Bom Nagasaki #Perang Dunia 2 #amerika serikat #Bom Hiroshima #jepang #6 Agustus