Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

SMPN 15 Lakukan Transformasi Pembelajaran ke Digitalisasi

Agus AP • Senin, 23 Januari 2023 | 18:03 WIB
Kepala SMP N 15 Semarang Mohamad Hadi Utomo memberikan penghargaan pada Jastisya Vally Ayu Siffa Putri Alfath juara 1 Lomba MAPSI Rebana Tingkat Kota Semarang. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala SMP N 15 Semarang Mohamad Hadi Utomo memberikan penghargaan pada Jastisya Vally Ayu Siffa Putri Alfath juara 1 Lomba MAPSI Rebana Tingkat Kota Semarang. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – SMPN 15 Semarang terus berbenah dalam melakukan pembelajaran. Selain melaunching sekolah adiwiyata juga bertransformasi ke digitalisasi dalam kegiatan belajar mengajar.

Kepala SMP N 15 Semarang Mohamad Hadi Utomo menjelaskan, bentuk transformasi pembelajaran pada peserta didik adalah dengan menggunakan aplikasi Pijar. Mereka dijelaskan satu persatu fungsi dari masing-masing fitur.

Menurutnya, platform pembelajaran digital ini bisa digunakan oleh guru maupun siswa. Fungsinya untuk mempermudah proses pembelajaran.

“Kami mencoba paperless dalam rangka sekolah adiwiyata. Jadi nanti kalau bisa di meja guru sudah tidak ada lagi kertas-kertas tugas yang menumpuk. Tapi sudah menggunakan platform ini,” jelas Mohamad Hadi Utomo saat ditemui di SMP N 15 Semarang, Jumat (20/1).

Hadi mengaku harapannya dengan kegiatan ini siswa mempunyai keterampilan yang dikenal sebagai 4C. Yakni Critical Thinking atau berpikir kritis, Communication atau kemampuan berkomunikasi, Collaboration atau kemampuan bekerja sama dengan baik, dan Creativity atau kreatifitas.

“Kalau misal guru sakit kan anak tetap bisa belajar dengan video pembelajaran. Ini melatih 4C, anak menjadi berpikir kritis membaca dan membuka buku. Mereka juga akan berkelompok jadi akan timbul komunikasi. Setelah itu dengan kelompoknya masing-masing-masing bisa berkolaborasi dan menampilkannya dalam bentuk nyata lewat kreativitas,” imbuhnya.

Ia menambahkan ada tiga kegiatan yang berlangsung di sekolahnya saat ini. Yakni launching SMPN 15 Semarang sebagai sekolah adiwiyata, transformasi digitalisasi dengan penggunaan Pijar untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pemberian award untuk siswa yang berprestasi.



Kegiatan dibuka dengan tarian yang menceritakan tentang menjaga lingkungan. Penari yang berjumlah 15 orang memperagakan anak nakal yang membuang sampah sembarangan hingga akhirnya selokan tersumbat dan menyebabkan banjir.

“Jadi dengan sekolah adiwiyata ini kita mengutamakan pemilahan sampah dengan konsep reuse, reduce, dan recycle (3R). Nantinya anak juga tidak boleh membawa plastik sekali pakai di sekolah, begitupun dengan kantin,” katanya.

Lebih lanjut Hadi juga memberikan penghargaan bagi 100 anak yang mendapatkan prestasi baik di tingkat kota, provinsi, nasional, dan internasional. Hal ini untuk memotivasi anak-anak yang lain agar giat belajar.

“Kami undang orang tuanya, kami berikan penghargaan berupa sertifikat. Selain orang tua senang dan bangga memiliki anak-anak seperti mereka. Peserta didik yang lain juga akan termotivasi. Harapannya output dari SMPN 15 ini menjadi anak-anak yang berkarakter, khususnya P5,” tandasnya. (kap/ida) Editor : Agus AP
#Transformasi Pembelajaran #Sekolah Adiwiyata #SMPN 15 Semarang #aplikasi Pijar