RADARSEMARANG.ID, Blora - Nama Kabupaten Blora, tengah trending di media sosial, menyusul terjadinya bentrokan dua ormas besar di daerah itu, yakni ormas Pemuda Pancasila (PP) versus ormas GRIB Jaya, yang mengakibatkan sejumlah orang dari kedua ormas itu terluka.
Dari video yang beredar di media social, pertikaian bermula dari aksi geruduk yang di lakukan sejumlah anggota ormas PP ke markas Grib Jaya. Penggerudukan itu di duga terkait legalitas ormas Grib yang di pertanyakan pihak PP.
Buntut dari penggerudukan dan penyerangan itu berbuntut dengan “serangan” balik ormas Grib ke posko Pemuda Pancasila.
Penyerangan itu mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka, seperti terlihat di video, beberapa pemuda tergeletak di depan posko mereka dan mobil PP rusak.
Dalam statmen sebelum terjadi bentrokan, ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) kabupaten Blora, Munaji mengatakan, pihaknya tidak suka dengan keberadaan ormas Grib di Blora. Terlihat di tangkap video, ketua PP Blora itu berorasi di depan markas Grib Blora.
“Janga nada Grib keluar dari Blora. Kalau keluar saya sikat urusan dengan Pemuda Pancasila. Ini Blora mas, tidak sekonyong-konyong koder mas ini Blora mas, kalau mau urusan dengan Pemuda Pancasila silahkan, Kalau mau coba dengan Pemuda Pancasila, silahkan!” ancam Munaji saat orasi di markas Grib Blora.
Bentrokan antar kedua ormas itu langsung di redam aparat TNI/Polri, beberapa dari mereka yang tertangkap personel keamanan sempat mendapat bogem mentah, sebelum di amankan di Mapolres Blora.
Sementara itu, pasca kejadian aparat TNI/Polri, Rabu pagi (15/1/25) menggelar patrol berskala besar di wilayah kabupaten Blora.
Anggota Polres Blora yang di back up personel Brimob bersenjata lengkap, melakukan patrol untuk mengantisipasi bentrokan susulan. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi